Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com

Highlight

bank padi
MKRPL
e produk
e.petani
Sinar Tani
Ulat Bulu

Poling

Informasi teknologi apa yang anda butuhkan?
 
Memilih Bibit Lada yang Baik dan Setek Satu Buku PDF Cetak E-mail
Oleh Issukindarsyah, Sp., M.Sc   
Jumat, 06 Desember 2013 14:01

Awal musstek lada satu ruasim hujan (bulan September) merupakan waktu yang tepat bagi petani untuk mengawali kegiatan bercocok tanam.  Demikian halnya dengan petani lada di Bangka Belitung yang kembali melirik bercocok tanam lada setelah beberapa tahun sebelumnya ditinggalkan akibat harga lada murah.   Faktor harga selalu menjadi pemacu petani lada di Bangka Belitung untuk kembali menanam lada.   Harga lada putih ditingkat petani mencapai Rp. 105.500,-/kg.  Walaupun tidak ada data riil yang di record, namun kondisi di lapangan menunjukkan jumlah permintaan bibit lada meningkat sehingga harga bibit melonjak naik (Rp. 5.000,- hingga Rp. 12.000,-).  UPBS lada di KP Petaling dan petani penangkar (binaan) yang mengelola bibit lada stek satu ruas menerima dan melayani order bibit lada yang melimpah. Pada umumnya  varietas petaling 1, lampung daun lebar (LDL), lampung daun kecil (LDK), dan merapin = “bogor” = “permis” (sebutan loka petani) menjadi primadona pilihan petani.  Varietas-varietas tersebut mempunyai potensi produksi yang lebih tinggi, adaptasi pada semua tingkat kesuburan lahan lebih besar  dan pemeliharaan relatif lebih mudah.

Harga bibit lada yang mahal dipengaruhi oleh beberapa alasan antara lain: 1)  luas kebun penghasil bibit lada kecil karena jumlah petani menanam lada pada tahun sebelumnya sedikit.  Bibit lada berasal dari tanaman yang berumur + 1 tahun, 2) petani lebih berorientasi pada produksi buah karena harga lada putih mahal  sehingga tidak melakukan pemangkasan.   Harga bibit yang mahal mendorong petani untuk menggunakan bibit asalan (mutu rendah dan tidak selektif), hal ini tentu sangat merugikan petani.   Bibit asalan menyebabkan  pertumbuhan tanaman terhambat, rentan terhadap serangan hama penyakit, keragaan vegetatif tanaman tidak optimal, dan  penurunan produksi.  Selektif terhadap bibit yang digunakan sangat penting karena lada termasuk tanaman tahunan yang baru berproduksi mulai akhir tahun kedua atau ketiga dan membutuhkan biaya produksi lebih besar.

Bibit lada yang dapat berupa setek tujuh ruas atau setek satu buku, namun keduanya harus memenuhi kriteria sebagai berikut yaitu: 1) bibit berasal dari tanaman yang sehat atau kebun induk bibit, 2) daun berwarna hijau (tidak kuning), tidak terdapat bercak kuning  atau kriting, 3) bibit setek tujuh ruas tanaman induk berumur 1 tahun atau belum berproduksi, sedangkan bibit polibag berumur 4 – 5 bulan setelah semai.  4) memiliki akar lekat yang sehat pada setiap buku.

Pada saat ketersediaan bibit lada terbatas dan mahal, penggunaan bibit setek satu buku dapat meringankan biaya produksi.  Bibit satu buku memiliki beberapa keunggulan yaitu jumlah bahan bibit lebih hemat dan selektif,  adaptasi terhadap lingkungan lebih cepat dan relatif lebih tahan pada kondisi curah hujan rendah.  Teknis untuk menghasilkan bibit setek satu buku yang baik dengan cara sebagai berikut:

Persiapan media semai

Media tanam merupakan campuran tanah pucuk, pupuk kandang dan pasir (7:3:1) serta kapur pertanian 1%.  Media tanam dimasukkan ke dalam polibag berukuran 15 x 20 cm dan dibiarkan selama + 2 minggu atau telah ditumbuhi gulma.

Pemangkasan bibit

Bibit berasal dari kebun induk yang berumur 9 – 12 bulan.  Bahan bibit yang digunakan adalah ruas tanaman yang memiliki daun penumpu.

Pendederan benih

Pendederan dilakukan pada bak berisi pasir hitam (umumnya terdapat di daerah pantai) selama + 2 minggu.  Pendederan bertujuan untuk merangsang pertumbuhan akar dan seleksi terhadap bahan bibit.

Pemindahan benih ke polibag

Bahan bibit yang dipindah memiliki akar dan vigor yang baik.  Bibit yang telah dipindahkan disusun dalam bedengan dan disungkup dengan plastic transparan serta dinaungi dengan paranet 70%.

Pemeliharaan

Pembibitan lada setek satu ruas dilakukan selama 4 bulan.  Untuk memperoleh bibit dengan kualitas baik, dilakukan penyiraman secara berkala, pengendalian hama penyakit, pemasangan tajar dan pemupukan.   Tajar dapat berupa kayu atau bamboo dengan panjang   75 cm.  Pupuk yang digunakan adalah NPK (15:15:15) sebanyak 4 -5 butir per polibag atau disemperot dengan pupuk daun setiap minggu.   Setelah berumur 4 – 5 bulan bibit lada memiliki 7 ruas dan siap dipindah tanam.

LAST_UPDATED2
 
Joomla Templates by JoomlaVision.com