JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SIDOLITKAJI

PATB Padi Gogo Lada Air Pandan Kabupaten Bangka

Observasi dan pembinaan dalam pengendalian hama dan penyakit di Desa Labu Air Pandan yang mendapatkan Program PATB dengan luasan diperkirakan mencapai 900 ha, yang dihadiri oleh Kepala BPTP Babel, peneliti, penyuluh dan anggota kelompok tani. Pertumbuhan dan antusias para petani sangat baik. Gejala serangan hama dan defisiensi unsur hara, khususnya unsur N mulai terdeteksi. Upaya pemupukan dan pengendalian OPT sudah dilaksanakan, semoga para petani dapat menuai panennya melimpah.

 

Greget Pejuang Pangan Provinsi Babel

Toboali (111118) Musim penghujan yang telah berlangsung beberapa waktu lalu, telah membuat greget petani di sebagian besar lokasi-lokasi persawahan maupun ladang untuk segera melaksanakan penanaman. Baik itu pada lahan yangvtelah dipanen maupun lahan-lahan yang telah dibuka.

Observasi lapang Pj Upsus Babel yang juga Kepala BB Padi didampingi Kepala BPTP Babel, Peneliti dan Penyuluh para kelompok tani sangat antusias untuk segera menanam lahannya. Seperti halnya di Desa Bikang,Kab. Bangka Selatan. Pada lahan sawah bukaan baru dengan hamparan 500 ha. Varietas Inpari dengan berbagai sistem tanam baik itu tanam pindah dan tabela. Tata kelola air masih menjadi kendala pada sebagian besar petani.
Sedangkan di Desa Rias, Panen dan olah lahan terjadi secara berkelanjutan. Setelah panen langsung dilanjutkan dengan olah lahan. IP 200 sdh dpt diwujudkan dan akan ditingkatkan menjadi IP 300. Penggunaan Combine harvester, TR 2 dan TR 4 sdh menjadi pemandangan yang lazim diwilayah tersebut. Saat ini produktivitas padi berkisar antara 4,5 - 6,5 t/ha.

Dwmikian halnya yang terjadi di Desa Namang, Kabupateng Bangka Tengah dengan luas 158 jektar saat ini sedang berlangsung pengolahan lahan dengan traktor di sebagian besar petani, dengan rencana semai tanggal 15 November 2018. Semoga semua jerih payah pejuang pangan akan menuai hasil yang maksimal.

Wagub Babel Sambangi KP Petaling

Pangkalpinang (091118) Usai acara penanaman lada secara serentak di akses jalan seputaran Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Wagub Bangka Belitung bertandang ke BPTP Balitbangtan Bangka Belitung, khususnya Kebun Percobaan Petaling. Wagub Babel sangat antusias dengan berbagai koleksi SDG Babel yang terkoleksi di KP Petaling khususnya pohon induk durian namlung yang telah berusia puluhan tahun dan koleksi ayam merawang.

Lebih khusus Wagub sangat tertarik dengan inovasi budidaya lada perdu dan kopi robusta. Kunjungan yang didampingi oleh staf ahli dan juga Kepala Dinas Pertanian Babel. Wagub juga mengapresiasi dukungan terhadap perbenihan komoditas perkebunan khususnya lada, kopi dan kelapa yang didistribusikna pada petani di Babel. Pengembangan kopi dan lada perdu akan menjadi salah satu solusi alternatif untuk efisiensi dan percepatan pembangunan pertanian di Bangka Belitung.

Lada : Heritage, Icon dan Estetika

Pangkalpinang (091118) Jum'at pagi cuaca di Pangkalpinang cukup cerah dengan semburat sang surya yang mulai beranjak menghangatkan Bumi Serumpum Sebalai. Dalam rangka penanaman lada dengan menggunakan pohon palm sebagai tiang panjat hidup di sepanjang jalan pelepas, akses bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Acara dipimpin oleh Bapak Wakil Gubernur Bangka Belitung beserta Forkompinda dan pejabat di lingkup Pemprov Bangka Belitung. Hadir dalam acara tersebut DRI pusat dan wilayah Bangka Belitung, BPTP, UBB, seluruh Dinas/Instansi/Lembaga, siswa, dan mahasiswa yang jumlahnya mencapai 500 orang. Dalam sambutan dan arahannya Bapak Wagub Bangka Belitung menyampaikan agar lada ditanam dan dipelihara sesuai dengan teknis yang telah disampaikan oleh BPTP Balitbangtan Bangka Belitung, UBB dan Tim Pakar dari UGM. Taman ini harus berhasil, dengan indikator pertumbuhan dan perkembangan tanamannya baik dan sehat. Hal ini mengingat lada adalah salah satu icon dari Provinsi Kepulauan Babel.

Dewan Rwmpah Indonesia (DRI) wilayah Bangka Belitung menyatakan bahwa penanaman lada di sepanjang jalan komplek bandara dan perkantoran adalah salah satu wujud dukungan terhadap kebangkitan lada di Bangka Belitung. Penanaman lada dilakukan pada 850 tanaman palm di sepanjang Jl. Pelepas dengan bibit lada sekitar 3.400 polybag yang berasal dari BPTP Bangka Belitung. Benih telah bersertifikat dengan Varietas Petaling 1 dan Nyelungkup. Alam kesempatan ini Ketua DRI mengapresiasi partisipasi dan kepedulian dari 51 Dinas/Instansi/lembaga dalam penanaman lada sebagai Taman Icon Lada Babel.

Kepala BPTP sebagai ketua pelaksana menyampaikan teknis penanaman dan pemeliharaan lada dengan tiang panjat dari palm, sekaligus menyerahkan leaflet yang berisi petunjuk dasar penanaman lada kepada Wagub Provinsi Bangka Belitung beserta seluruh peserta penanaman yang digelar dalam apel pagi yang dimulai dari jam 06.00 pagi. Semoga dapat membangkitkan kembali kejayaan lada di Bumi Serumpun Sebalai.

Siska Cocok Diterapkan di Belitung

Sistem Integrasi Sapi Kelapa sawit,merupakan pendekatan yang sesuai untuk di terapkan di Pulau Belitung dalam rangka optimalisasi lahan dan pemanfaatan sumberdaya lokal. Dengan pendekatan Siska secara optimal diyakini akan meningkatkan produktivitas ternak sapi dan meningkatkan kesejahteraan peternak melalui efisie si penggunaan pakan. Hamparan kebun sawit yang cukup luas tentunya sebagai modal utama untuk mendukung kebutuhan pakan ternak sapi melalui pemafaatan limbah dari perkebunan sawit. Berbagai komponen limbah sawit seperti bungkil, solid dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Termasuk halnya pelepah dahan kelapa sawit yang dapat dimanfaatkan sebagai silase untuk pakan ternak, setelah melalui pengolahan tentunya. Teknologi silase merupakan suatu proses fermentasi mikroba merubah pakan menjadi meningkat kandungan nutrisinya (protein dan energi) dan rasanya relatif manis swhingga disukai ternak. Rtaa-rata kandungan protein kasar silase pelepah kelapa sawit sekitar 4.57 persen. Satu hektar lahan kelapa sawit mampu untuk menampung 3-4 ekor sapi dewasa. Limbah kotoran ternakpun tentunya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik baik padat maupun cair (biourine) yang juga dapat dikelola sebagai sumber energi (biogas).