JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

kajian akselerasi pemanfaatan data dan informasi terkait dengan sektor pertanian

Sebagai lembaga publik, tentunya BPTP terus dituntut untuk menghasilkan berbagai inovasi teknologi pertanian yang dapat dengan mudah diakses oleh para pengguna. Hal ini juga tentunya bagian dari pelayanan kepada publik yang tidak terlepas dari keterbukaan informasi terhadap publik yang telah diatur dalam undang-undang maupun derivat peraturan lainnya.

Terkait dengan hal tersebut Verstegen SpiceUp melaksanakan kajian akselerasi pemanfaatan data dan informasi terkait dengan sektor pertanian khususnya lada di Bangka Belitung. Hal ini tentunya menjadi fokus penting dalam kerjasama mengakselerasi inovasi teknologi yang selama ini dikenal dengan pendekatan SDMC (Spectrum Dissemination Multi Channel).

Pendekatan tersebut tentunya masih sejalan dengan era saat ini, dimana tiap bagian dapat melakukan perannya sesuai dengan porsinya. Dengan demikian akselerasi diharapkan dapat dengan mudah dan cepat diakses melalui berbagai saluran diseminasi.

 

Tingkatkan Populasi Sapi, Gubernur luncurkan Pergub Integrasi Sawit-Sapi

#SobaTani..dalam rangka pemenuhan kebutuhan swasembada daging sapi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gubernur Babel mengeluarkan Peraturan Gubernur No 43 tahun 2019 disela-sela Gebyar Peternakan yang dilaksanakan di IP2TP Petaling. Substansi regulasi tersebut terkait Integrasi Sawit Sapi pada perkebunan kelapa sawit, dimana setiap perusahaan kelapa sawit wajib memelihara ternak sapi, dimana setiap 10 hektar lahan kelapa sawit dapat dikelola satu ekor sapi.

Sistem integrasi sawit-sapi yang diintroduksi sejak 2015, dengan dikeluarkannya regulasi tersebut akan semakin masif dimplementasikan khususnya oleh pihak swasta. Berkenaan dengan hal tersebut pada acara Gebyar Peternakan juga dilakukan penandatanganan kesanggupan dari implementasi Pergub Integrasi Sawit Sapi oleh 6 perusahaan perkebunan kelapa sawit, yang disaksikan oleh Pj Sekda Babel, Kepala Dinas Pertanian, Sekretaris Balitbangtan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Direktur Pakan Ditjen PKH dan pejabat lainnya serta undangan yangbhadir.

Dengan luasan perkebunan sawit yang ada saat ini kurangblebih 140.000 hektar, jika terimplementasi secara optimal maka Babel optimis akan mampu swasembada sapi.

Dari BPTP untuk KOBBE

#SobaTani budaya minum kopi dengan masyarakat Bangka Belitung - Negeri Serumpun Sebalai ibarat makan nasi tanpa garam, sudah mengakar, turun temurun sejak dahulu kala, bukan hanya saat ini saat minum kopi mnjadi bagian dari life style, walaupun Babel bukanlah wilayah penghasil biji kopi.

Menginisiasi hal tersebut BPTP Babel telah menginisiasi penanaman kopi di KP Petaling seluas 2 hektar sejak lebih dari tiga tahun yang lalu, tentunya dengan varietas dan klon yang adaptif untuk agroklimat Bangka Belitung. Menjelang tahun keempat stabilitas hasil sudah mulai terlihat, sehingga hilirisasi produk sekunder sudah harus dilakukan yaitu dengan mengolah biji kopi petik merah agar siap saji untuk dikonsumsi/diminum.

Nilai biji kopi tidak hanya ditentukan oleh
penampilannya secara fisik, tetapi ditentukan
pula dari karakter citarasanya. Kopi dikonsumsi karena citarasanya khas dan efek fisiologisnya sebagai minuman penyegar. Mengingat kopi
merupakan produk pertanian yang mengandalkan aspek kualitas citarasa, maka
sasaran akhir budidaya kopi adalah produk biji
bercitarasa tinggi.

KOBBE sendiri merupakan kepanjangan dari Kebangaan Orang Bangka BElitung) dengan harapan dengan semakin berkembangnya budidaya kopi di Bangka Belitung, akan semakin mencintai dan bangga akan produksi sendiri. Dengan demikian pemenuhan akan tingginya permintaan kopi dapat dipenuhi dari Babel sendiri, dengan harapan kesejahteraan petani juga akan meningkat.

Surveilen I QMS SNI ISO 9001: 2015

Dalam rangka meningkatkan sistem manajemen mutu BPTP Kepulauan Bangka Belitung selama tiga hari tanggal 9 s.d 11 September 2019 melaksanakan audit surveilen I QMS SNI ISO 9001: 2015. Adapun audit ini bertujuan untuk : Memastikan sistem manajemen BPTP Kepulauan Bangka Belitung terhadap kriteria audit, Memastikan efektifitas tindakan perbaikan atas audit sebelumnya (Audit tahap 2 tanggal 21 – 23 November 2018), Memastikan penggunaan logo sertifikasi, Mengidentifikasi peluang – peluang untuk peningkatan sistem manajemen BPTP Kepulauan Bangka Belitung.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh Kepala BPTP juga dihadari TIM ISO dan tim managemen BPTP Babel. Semoga upaya ini semakin dapat meningkatkan sistem manajemen kedepannya.

Pendataan Lahan Sawah Melalui ArcGIS

#SobaTani dalma rangka mengklarifikasi adanya perbedaan data luas baku lahan sawah antara Data SP dan data ATR/BPN, Kementerina Pertanian melalaui Ditjen Tanaman Pangan melakukan Bimtek pendataan lahan sawah melalui pendekatan metode ArcGIS yang bekerjasama dengan Badan Informasi Geospasial (BIG).

Bimbingan teknis yang dilaksanakan (090919) di IPB ICC Botany Square diikuti sekitar 150 peserta dari unsur BPTP Selindo, UK/UPT lingkup Kementan, Dinas Pertanian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan petugas pendata lahan sawah di lapangan dengan menggunakan aplikasi ArcGIS. Pelatihan ini di buka langsung oleh Dr. Ir. Suwandi, M.Si sebagai Direktur Jenderal Tanaman Pangan, didampingi Dr Sarwo Edhy, SP, MM selaku direktur prasaranan dan saranan pertanian.

Dr. Ir. Suwandi, M.Si memaparkan bahwa pentingnya sinkronisasi luas baku lahan sawah yang ada dengan yang dilapang untuk upaya pencapaian target UPSUS dan meningkatkan penyaluran bantuan pemerintah kepada petani. Pendataan lahan akan sangat berdampak terhdap data produksi. Selain itu, Dr Sarwo Edhy, SP, MM memaparkan bahwa bantuan 2020 pompa 2 inci dan 3 inci akan dialokasi untuk mengantisipasi kekeringan lahan. Pada kesempatan ini Bapak M. Iqbal selaku perwakilan dari jasa asuransi pertanian (Jasindo) juga memaparkan bahwa untuk lebih meningkatkan sosialisasi kepada petani mengenai pentingnya manfaat asuransi pertanian.