JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Besaoh Padi Ume : Tingkatkan Kebersamaan dan Ketahanan Pangan Rumah Tangga

Besaoh Padi Ume (Gotong royong padi ladang) suatu tradisi sebagian besar masyarakat di Babel yang hingga saat ini masih cukup banyak dilakukan. Besaoh padi ume, bisanya dilakukan setahun sekali pada periode juli-september, atau saat akhir musim kemarau memasuki musim hujan. Besaoh atau gotong royong biasanya dilakukan dalam satu kelompok tani, yang dilakukan mulai tebas, bakar, tanam. Saat ini upaya tersebut dilakukan secara terbatas dan terkendali, dan tidak kesemuanya dengan membuka lahan baru, namun memanfaatkan tanaman yang sudah tidak produktif atau lahan yang yang sebelumnya tidak dikelola.

Pada saat tanam biasanya kaum pria sebagai penugal dan wanita yang menanam/menabur benih. Upaya ini dilakukan secara bergilir, dari lahan satu ke lahan yang lain tanpa upah, pemilik lahan hanya menyediakan makanan yang disantap secara bersama-sama. Demikian halnya pada saat panen, besaoh juga dilakukan dengan kebersamaan. Benih yang digunakan juga padi lokal yang diperoleh antar petani atau benih sendiri seperti balok, utan antu dll.

Sebagai mana diungkapkan Adi Putra, Ketua Gapoktan Tebing Jaya di Desa Tebing, Kecamatan Kelapa yang saat ini tengah menanam seluas 3 ha, bahwasannya tradisi yang sudah mengakar sejak lama hingga saat ini masih bertahan. Besaoh padi ume selain menjalin kebersamaan antar warga dalam bermasyarakat juga hasil dari padi ume umumnya jarang dijual, mereka menyimpannya untuk dikonsumsi sendiri selama setahun. Hal ini merupakan salah satu upaya menjaga ketahanan pangan rumahtangga khususnya pada masyarakat yang wilayahnya tidak memiliki lahan sawah.