JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jagung Hibrida (Jhana 1) untuk Tanaman Sela Perkebunan

 

   

Sumber daya lahan harus dapat dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya adalah dengan penanaman tanaman sela pada lahan perkebunan yang tentunya akan memberikan dampak positif bagi petani. Pemanfaatan lahan sela dapat meningkatkan produksi hasil tanaman utama karena adanya pengelolaan tanaman sela berupa penyiangan atau pengemburan, residu pupuk yang diberikan pada tanaman sela, dan adanya biomas yang dapat dijadikan pupuk organik atau pakan untuk diintegrasikan dengan ternak. Salah satu komoditas yang dapat dikembangkan sebagai tanaman sela adalah jagung. Lahan sela perkebunan (karet, kelapa, dan kelapa sawit) yang potensial untuk di tanami jagung adalah 3,2 juta ha berupa lahan perkebunan yang status tanam belum menghasilkan (TBM), dan tanaman tidak menghasikan/rusak atau lewat umur produktif (TTM).

Pada bulan Maret 2019 Balai Penelitian Tanaman Serealia (Balitsereal) melepas varietas jagung hibrida Jhana 1 yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela yang telah diterapkan pada beberapa perkebunan di Sumatera Barat, Jawa Tengah dan beberapa wilayah di Sulawesi. Varietas ini dapat menghasilkan 7,85 ton/ha pipilan kering KA 15% dengan kondisi tanaman ternaungi < 50%. Jhana 1 juga mempunyai keunggulan lainnya seperti mampu menghasilkan dalam kondisi ternaungi 50%. Perakaran tanaman sangat baik sehingga tahan rebah, bentuk tongkol besar, kelobot menutup dengan sempurna serta tahan terhadap penyakit jagung utama. Untuk sistem tanamnya yaitu menggunakan sistem tanam ganda/doubel row pada lahan perkebunan yang intensitas cahayanya kurang dari 50%. Tanaman sela ini lebih mudah ditanam pada saat peremanjaan atau pertanaman awal tanaman perkebunan. Masalah ketersediaan hara rendah dapat dilakukan dengan pemupukan yang berimbang spesifik lokasi (tergantung ketersediaan hara tanah).

Adapun syarat penggunaan varietas Jhana 1 sebagai tanaman sela perkebunan sebagai berikut:

  1. Umur tanaman perkebunan yang layak untuk dikembangkan jagung ≤4 tahun, dan >40 tahun
  2. Jarak tanam jagung :
  • TBM <1 tahun jarak dari batang tanaman utama 1-1,5 m (populasi jagung 80-90%), naungan belum berpengaruh jarak tanam dan varietas untuk lahan terbuka (70 cm x 20 cm)
  • TBM 1-2 tahun jarak dari batang tanaman utama 2 m (populasi jagung 70%-75%), jarak 75 x 20, 1 tanaman/rumpun atau atau 70 cm X 25 cm
  • TBM 3 - 4 tahun jarak dari batang tanaman utama 2,5 m (populasi jagung 60-70%) jarak tanam

Sumber:  Balai Penelitian Tanaman Serealia