JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SIDOLITKAJI

Mekongga : Menyulap Emas Hitam Menjadi Emas Hijau

Timah atau dengan sebutan emas hitam, merupakan sumber utama bagi sebagian masyarakat Bangka Belitung, dan juga sebagai sumber PAD bagi Provinsi dengan julukan "megeri serumpun sebalai". Kegiatan penambangan yang sudah dilkaujan sejak turun-temurun baik konvensional maupun i konvensionla sejak ratusan tahun lalu kini meninggalkan dampak yang kurang baik, tentunya dengan rusaknya ekosistem baik tanah maupun lingkungan pada lahan-lahan bekas tambang timah tersebut.

Walaupun nilai ekonomis yang diperoleh dari emas hitam tersebut cukup menggiurkan dan diperoleh dengan waktu yang tidak terllau lama, namun biaya yang dikeluarkan untuk merehabilitasi atau mereklamasi lahan-lahan bekas tambang tersebut juga tidak bisa dibilang murah, selain butuh biaya yang tinggi tentunya juga membutuhkan waktu yang lama dan tidak akan bisa terwujud kembali sebagaimana aslinya.

Untuk merehabilitasi lahan-lahan bekas tambang tersebut tentunya dibutuhkan inovasi dengan dukungan berbagai pihak. Tidak hanya biaya dan teknologi, namun yang lebih penting niat dan tekad yang kuat untuk mengembalikan dan memanfaatkan lahan-lahan tersebut untuk dapat digunakna sebagai lahan pertanian yang dapat berdampak bagi kesejahteraan masyarakat sekitar lahan bekas tambang.
Hal inilah yang dilakukan masyarakat di Kelurahan Sinar Jaya,Jelutung, Kabupaten Bangka dengan kesungguhan dan tekad yang kuat serta ketersediaan inovasi teknologi maka lahan bekas tambang seluas kurang lebih 8 hektar selama kurang lebih satu tahun ini telah mereka manfaatkan untuk usahatani padi sawah selama tiga kali tanam.

Dengan menggunakan varietas padi Mekongga, pupuk hayati dan pupuk organjk pada hari ini panen yang dihasilkan mencapai 4.28 t/ha. Suatu hasil yang tentunya perlu diapresiasi untuk lahan-lahan marginal seperti hanya lahan bekas tambang. Pada panen yang ketiga yang dilaksanakan ini turut hadir staf ahli bidang ekonomi Bupati Bangka, Dinas Pertanian Provinsi, Distan Kab Bangka, BPTP Babel, LIPI, unsur Muspida, BMKG Pangkalpinang, BPS Kab Bangka dan Gapoktan dan Kelompoktani.