JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Antisipasi wabah penyakit tungro pada padi

Selama dua hari (30-31 Juli 2019) BPTP Babel bersama Loka Penelitian Penyakit Tungro (Lolit Tungro) melaksanakan identifikasi, verifikasi sekaligus edukasi terhadap pencegahan, pengendalian penyakit tungro. Walaupun Babel bukanlah daerha endemik tungro, tindakan preventif mutlak untuk diupayakan karna dampak kerugian ekonomi yang diakibatkan cukup tinggi bisa mencapai 90 persen.

Kegiatan hari pertama dilakukan briefing sekaligus merefresh kembali perkembangan informasi terkini terkait dengan penyakit yang disebabkan oleh wereng hijau ini, yang disampaikan langsung oleh Kepala Lolit Tungro, Dr Fauziah Tamrin Latja. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh peneliti/penyuluh/teknisi BPTP Babel.

Kegiatan hari kedua dilakukan identifikasi dan verifikasi lapangan yang berlokasi di areal Persawahan Desa Rias Toboali, Bangka Selatan. Hal ini menindaklanjuti identifikasi awal yang pernah dilakukan sebelumnya, yang mengindikasikan bahwa beberapa spot tanaman padi di lokasi tersebut setelah dilakukan uji laboratorium, positif terdapat penyakit tungro di wilayah tersebut. Untuk itu juga dilakukan sosialisasi sekaligus mengedukasi penyuluh dan petani terhadap penyakit tungro, yang dilaksanakan di BPP Rias.           

Penyakit yang ditularkan oleh wereng hijau terutama Nephotetix virescen dan menunjukkan gejala karena kombinasi 2 virus yaitu rice tungro basiliform (RTBV) dan Rice tungro spherical wekovirus (RTSV). Adapun gejala spesifik dari penyakit ini adalah daun berwarna kuning cerah yang dimulai dari daun ke-2 atau ke-3 dari pucuk, daun pucuk seperti terpelintir, anakan sedikit dan tanaman kerdil tapi tidak kaku. Dari survei yang dilakukan di pertanaman padi di desa Rias, ditemukan tanaman yang menunjukkan gejala penyakit tungro walaupun masih dalam jumlah yang sedikit, namun perlu dilakukan tindakan pencegahan sejak dini.

Beberapa upaya pengendalian antara lain melakukan tanam serempak dalam areal yang luas, pergiliran varietas, eradikasi selektif dan alternatif terakhir penggunaan pestisida saat masih belum memberikan hasil yang memuaskan. Penggunaan varietas toleran merupakan salah satu upaya yang dengan mudah akan diadopsi oleh petani. Saat ini Badan Litbang Pertanian telah memilihi varietas yang tahan terhadap tungro yaitu Inpari 36 Lanrang (TARO) dan Inpari 37 Lanrang. Bahkan hasil uji adaptasi sebelumnya di Desa Rias, varietas Inpari 36 memiliki provitas 10 t/ha.

 

Penulis narasi : Fitri Yuliani, SP, M.Sc