JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Progres UPSUS Pokja Belitung dan Belitung Timur Minggu ke-2 Februari Ta. 2015

Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai (PAJALE) merupakan target utama program Kementerian Pertanian tiga tahun kedepan. Fokus kerja Kementan tersebut diturunkan dalam bentuk program Upaya Khusus (UPSUS) peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai melalui kegiatan Optimasi Lahan dan Perbaikan Jaringan Irigasi serta sarana pendukung seperti alat dan mesin pertanian (ALSINTAN). Demi keberhasilan kegiatan UPSUS Ta. 2015 maka dibentuklah Pokja (Kelompok Kerja)

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Bangka Belitung mendapat mandat sebagai Tim Supervisi dan Pendampingan Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai (PJK) untuk Kabupaten Belitung dan Belitung Timur. Kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) di Provinsi Kep. Bangka Belitung yaitu (a) Pengembangan Jaringan Irigasi seluas 7.750 Ha di empat Kabupaten/Kota; (b) Optimasi Lahan (OPLA) seluas 4.000 Ha di empat Kabupaten/Kota; (c) Pendampingan verifikasi dan validasi penyaluran pupuk bersubsidi tujuh paket; (d) Pendampingan TNI AD (TMKP) di jaringan Irigasi; (e) Pendampingan penyuluh pertanian; (f) Dukungan Managemen Prop Administrasi TP Kab/Kota.

Progres kegiatan UPSUS yang dilaksanakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kepulauan Bangka Belitung pada minggu ke-2 (dua) Februari tahun 2015 di Kabupaten Belitung, yaitu (a) berkoordinasi dengan posko UPSUS (Dinas THP, Peternakan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan). Hasil koordinasi tersebut, mengusulkan pengadaan bangtuan Alsintan untuk segera direalisasikan dan mengusulkan bagi petani peserta program UPSUS di Kab. Belitung mendapatkan bantuan benih unggul berlabel untuk komoditas padi sawah. (b) Peninjauan ke lapangan berkaitan dengan jaringan irigasi diareal perswahan tungkusan Kelompok Tani Telising Jaya Desa Kacang Butor. (c) Turun ke lapangan untuk merespon laporan petani mengenai serangan hama putih palsu dan ulat oenggulung daun di Kelompok Tani Telising Jaya Desa Kacang Butor. (d) Secara umum kondisi tanaman padi sawah di Desa Kacang Butor cukup baik, dengan kondisi bunting hingga fase awal muncul malai padi. (e) Musim penghujan seperti saat ini, kondisi irigasi cukup baik dan kebutuhan air terpenuhi dengan baik di areal persawahan Desa Kacang Butor.

Progres kegiatan UPSUS Kabupaten Belitung Timur, yaitu (a) berkoordinasi dengan Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Belitung Timur. (b) berkoordinasi dengan Koramil 414-03/Gantung Kabupaten Belitung Timur, mengenai pengawalan UPSUS di areal persawahan Danau Nujau Kecamatan Gantung. Salah satu hasil pertemuan tersebut, akan dilaksanakannya pelatihan kepada Babinsa mengenai Tekbis Budidaya Padi Sawah dan Pengenalan Kalender Tanam Terpadu. (c) kondisi pertanaman di areal persawahan Danau Nujau secara umum cukup baik dengan rata-rata umur tanaman padi 10-25 HST (Hari Setelah Tanam). (d) peninjauan calon lokasi Basecamp BPTP Kep. Bangka Belitung di Kecamatan Gantung. (feriadi)

Sosialisasi Katam, Pendampingan SL-PTT dan Program P2BN Bagi Penyuluh Pertanian Kabupaten Bangka

Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Badan Ketahanan pangan dan Pelaksaan Penyuluhan kabuapten Bangka tanggal 7 April 2014. Pembukaan acara oleh Sekretaris Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksaan Penyuluhan kabupaten Bangka oleh Bapak Sutian, SE. Peserta adalah penyuluh pertanian se kabupaten Bangka. Dalam kegiatan ini dilakukan penyerahan Kalender Tanam dari BPTP Kepulauan Bangka Belitung oleh kepala Seksi Kerjasama dan Pelayanan Pengkajian Bapak Issukindarsyah, Sp, M.Sc kepada para koordinator BPP se-Kabupaten Bangka. selanjutnya penyampaian materi mengenai Kalender Tanam yang disampaikan oleh Feriadi, SP. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Bangka diharapkan dapat menjadikan Kalender Tanam (Katam) sebagai bahan acuan dalam pelaksaan penanaman padi di wilayah binaanya. Untuk mempelajari Katam bukanlah hal yang sulit, karena Katam dapat diakses oleh PPL melalui smartphone berbasis Android. Katam juga dapat diakses melalui SMS, sehingga layanan ini akan sangat mempermudah PPL maupun petani dalam penentuan masa tanam untuk tanaman padi. Dalam penyampaian materi ini juga dilakukan praktek penggunaan katam selalui SMS, dan sangat terlihat sekali antusias penyuluh pertanian lapangan dalam kegiatan ini. Penyampaian materi mengenai SL-PTT dan Program P2BN yang disampaikan oleh Bapak Issukindarsyah, SP, M.Sc. Dalam kesempatan ini lebih banyak dilakukan diskusi kepada para PPL, secara umum PPL tidak terlalu kesulitan dalam melaksanakan kegiatan SL-PTT ini namun ada beberapa hal yang harus diantisipasi antara lain adalah kurannya sarana saprodi, lebih menggiatkan lagi semangat petani dalam bertanam padi, dan petani saat ini masih tergantung terhadap benih yang disediakan pemerintah. BPTP melalui kesempatan ini juga telah mengantisipasi keberadaan benih agar selalu ada dipetani yaitu melalui UPBS (unit Pengelola Benih Sumber) BPTP Bangka Belitung dan Penangkaran Benih.