JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Stenotaphrum secundatum, Rumput berkualitas tahan naungan yang cocok dikembangkan dibawah kebun sawit

Stenotaphrum secundatum merupakan tumbuhan yang tumbuh baik pada intensitas cahaya rendah/toleran naungan, sangat cepat berkembang dan tumbuh cepat. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Loka Penelitian Kambing Potong rumput ini tumbuh sangat baik dengan nauangan mencapai 75 % dibandingkan dengan naungan 0 %. Seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Rumput tersebut akan tumbuh kurang baik dan cenderung berwarna kemerahan jika ditanam dialam terbuka seperti terlihat pada gambar di bawah ini.

Kondisi rumput Stenotaphrum secundatum yang ditanam dialam terbuka

Dari hasil penelitian diatas, rumput ini dirasa cocok untuk dikembangkan dibawah perkebunan sawit dengan intensitas cahaya yang minim. Seperti kita ketahui luas perkebunan kelapa sawit di Bangka Belitung mencapai lebih dari 64.000 ha (BPS Babel) dan selama ini tidak banyak tanaman yang bisa di tanam di bawah tegakan kebun sawit, sehingga tanaman rumput Stenotaphrum secundatum bisa menjadi pilihan untuk dikembangkan di bawah kebun sawit. Hal ini juga sangat tepat untuk mendukung program sistem integrasi ternak dengan tanaman perkebunan (karet/kelapa sawit).

Potensi dan Nilai Nutrisi rumput Stenotaphrum secundatum

Menurut Lolit Kambing Potong produksi bahan kering sebanyak 5 t/ha/thn, namun ada yang memperkirakan hingga lebih dari 50 ton produksi segar per hektar per tahun yang dikonsumsi oleh ternak sapi. Ternak yang mengkonsumsi rumput Stenotaphrum secundatum dapat menghasilkan 400-1000 kg pertambahan bobot badan dari setiap hektarnya. Tingkat penggembalaan bervariasi dari 1 sampai 7 ekor sapi per hektar, tergantung kondisi kesuburan tanah dan produksi rumput.

Rataan Produksi Segar Stenotaphrum secundatum (lolit kambing potong, 2010)

 

Rumput Stenotaphrum secundatum pada lahan naungan yang siap digembalakan ternak

Nilai nutrisi rumput tersebut cukup baik dan dapat memenuhi kebutuhan serat kasar dan energy ternak ruminansia. Kandungan energinya mencapai kisaran  4.071 hingga 4.816 kilo kalori per kilogram bahan kering dan protein kasarnya berkisar antara 6,3 sampai 8,4 %.

Dengan melihat potensi rumput ini bisa menjadi pilihan untuk dikembangkannya integerasi ternak dengan kebun sawit dengan menanam rumput tersebut dibawah pohon sawit dan kemudian ternak digembalakan di lahan tersebut selain juga pelepah sawit juga bisa menjadi bahan pakan yang lainnya beserta limbah sawit berupa bungkil sawit.