JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Perangkat uji pupuk (PUP) untuk mendeteksi kualitas pupuk

Sebagai salah satu input utama dalam produksi, penggunaan pupuk tidak dapat dihindari dalam kegiatan bercocok tanam guna mendapatkan hasil panen yang optimal. Tingginya kebutuhan pupuk di Indonesia terkadang dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memproduksi pupuk yang tidak memenuhi syarat mutu guna meraih keuntungan. Akibatnya, tanpa disadari pupuk tersebut dimanfaatkan oleh petani yang akan berdampak pada pertumbuhan dan hasil dari tanaman yang dibudidayakan.

Berdasarkan kondisi tersebut Balitbangtan menciptakan suatu teknologi berupa alat perangkat uji pupuk (PUP). Alat ini merupakan penyederhanaan secara kualitatif dari analisis pupuk di laboratorium yang bermanfaat untuk membantu petani, pengawas pupuk dan penjual pupuk. Kegunaannya untuk mengetahui kualitas pupuk secara cepat di lapangan agar terhindar dari penggunaan pupuk tidak memenuhi syarat mutu dan segera dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan jika ternyata ditemukan di lapangan. PUP terdiri atas satu set alat dan bahan kimia untuk analisis kadar N,P,K, dalam pupuk anorganik secara kualitatif di lapangan dengan cepat, mudah, murah, dan akurat. Versi pertama PUP yang diperkenalkan pada tahun 2007 ini dimaksudkan untuk menguji pupuk dalam bentuk padatan. Prinsip kerja PUP adalah mengukur kadar hara nitrogen (N), fosfor (P) dan kalium (K) dalam pupuk secara semi kuantitatif dengan metode kolorimetri (pewarnaan) dan pembentukan endapan.

PUP diperlukan untuk menghindari penggunaan pupuk yang tidak memenuhi syarat mutu dan kadar hara pupuk tidak sesuai dengan label pada kemasan untuk mendukung pembangunan pertanian dan swasembada pangan berkelanjutan.

 

Kontak : Balai Penelitian Tanah

Jl. Tentara Pelajar No.12 Bogor Jawa Barat 16114 Indonesia

balittanah@litbang.pertanian.go.id,  balittanah.isri@gmail.com