JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Virus PYMoV dan CMV pada Lada

Virus PYMoV (Piper Yellow Mottle Virus) dan CMV (Cucumo Mosaic Virus) merupakan virus penting pada tanaman lada. Di Indonesia penyakit kerdil telah dilaporkan sejak tahun 1987 (Firdausil 1992). Menurut Balfas et al. (2002), penyebab penyakit kerdil adalah virus dengan partikel berbentuk batang pendek yang diidentifikasi sebagai PYMoV. Ciri-ciri tanaman lada yang terserang PYMoV menurut Bhat et al. (2003) yaitu daun mengalami klorosis, vein clearing, terjadi distorsi daun, penurunan vigor tanaman dan jumlah buah dalam dompolan berkurang. Selain PYMoV, CMV juga ditemukan berasosiasi dengan penyakit kerdil lada (Lakani 2006). Karakteristik tanaman yang terserang CMV yaitu daun mengecil, keriting, rapuh, daun mengeras dan terdapat bercak klorotik. Serangan penyakit ini juga menyebabkan pertumbuhan tanaman lada menjadi terhambat sehingga buah yang terbentuk sedikit dan akibatnya produksi menurun. Pada tingkat serangan yang parah dapat menyebabkan tanaman tidak mampu berproduksi sehingga keberadaan tentunya menjadi salah satu kekhawatiran bagi petani lada.

Virus ini terutama dapat ditularkan melalui bahan perbanyakan tanaman (setek) apabila bahan tanaman induk yang digunakan telah terinfeksi virus. Hal ini menyebabkan penyebaran virus menjadi lebih luas. Sehingga penting pemahaman bagi petani untuk dapat menggunakan bibit yang sehat. Selain itu, kondisi lingkungan tempat kegiatan budidaya juga penting diperhatikan terutama yangmenguntungkan bagi perkembangan serangga (vektor virus). Hama yang berperan sebagai penyebar ini adalah kelompok kutu putih seperti Planococcus minor dan Ferrisia virgata dan juga kutu daun (Aphis gossypii) yang menurut informasi mampu menularkan CMV dengan intensitas yang rendah.

Deteksi keberadaan virus ini dapat dilakukan dengan ELISA (Enzym Linked Immunosorbert Assay) dengan memanfaatkan reaksi antara antigen dan antibody dan deteksi secara molekuler dengan metode Polymerase chain reaction (PCR) menggunakan pasangan primer spesifik PYMoV-F dan PYMoV-R yang spesifik. Selain itu, juga dapat menggunakan teknik penularan secara mekanik pada tanaman indikator Ch. amaranticolor dengan cara mengoleskan suspensi dari tanaman yang diduga bergejala pada daun Ch. amaranticolor yang telah dilukai dengan serbuk carborandum dan mengamati respon dari tanaman indikator tersebut (belang berwarna kuning).

Sampai saat ini masih diteliti teknik pengendalian yang efektif untuk mengendalikan penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus. Guna menekan kejadian penyakit di lapang yang dapat dilakukan adalah upaya pencegahan diantaranya dengan menggunakan sumber perbanyakan sehat (bebas virus), sanitasi lahan dan pengendalian terhadap vektor.

Sumber : Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Cimanggu, Bogor