JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Ternak Kambing : Usaha yang berpotensi menguntungkan secara ekonomi.


 

 

Ternak kambing adalah salah satu usaha peternakan yang menguntungkan dan jelas menghasilkan tanpa adanya spekulasi. Manfaat lain memelihara kambing selain untuk budidaya dan produksi daging, ternak kambing juga menghasilkan kotoran yang bernilai untuk dijadikan pupuk organik tanaman sehingga ternak kambing tentu bisa di integrasikan dengan tanaman misalkan dengan kebun kopi. Potensi ternak kambing khususnya di Bangka Belitung cukup menjanjikan mengingat kebutuhan daging kambing cukup banyak dengan populasi kambing belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehingga masih di datangkan dari luar. Belum lagi kebutuhan hari besar agama islam seperti Idul Adha mengingat lebih dari 70 % penduduk Bangka Belitung menganut agama islam. Setidaknya ada beberapa keuntungan dalam beternak kambing antara lain :

  1. Modal yang relatif lebih kecil dibanding ternak ruminansia lain, untuk memulai ternak kambing kita bisa mengawali dengan modal yang kecil tetapi masih bisa menguntungkan. Kita bisa memulai memelihari 1-2 indukan muda dengan 1 pejantan dengan harga indukan dan pejantan relatif lebih murah dibandingakan harga indukan sapi. Untuk kandang dan lahan juga tidak membutuhkan tempat yang luas untuk 3 ekor kambing cukup membutuhkan kandang dengan luas kurang lebih 6-8 M2 dan ketersediaan hijauan pakan di Bangka Belitung cukup banyak.
  1. Masa Panen Cepat, dengan pemeliharaan yang bagus indukan kambing muda akan bisa dikawinkan pertama pada umur 8-9 bulan untuk kambing kacang (lolit kambing, 2009) tetapi ada juga yang umurnya diatas itu misalkan 12 bulan tergantung jenis kambingnya. Dan kambing akan menunjukkan tanda bunting jika 3 minggu setelah perkawinan tidak menunjukkan birahi. Masa kebuntingan pada kambing sekitar 5-6 bulan sehingga pada usia 15-18 bulan setelah lahir, kambing sudah bisa menghasilkan anakan dengan jumlah anakan bisa mencapai 1-2 ekor/induk. Dengan periode kawin dan bunting yang cepat kambing bisa dipanen anakannya dengan cukup cepat.
  1. Kebutuhan pakan yang lebih sedikit dan murah, ternak Kambing membutuhkan pakan yang lebih sedikit jika di bandingkan dengan ternak ruminansia yang lainnya, dengan bobot antara 15-25 Kg, kambing hanya membutuhkan 1,5-3 Kg pakan perharinya jadi masih dapat jangkau untuk kebutuhan dan biaya pakannya. Dengan memanfaatkan lahan sekitar kandang untuk menanam rumput serta leguminosa seperti indigofera sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pakannya. Kita juga bisa memanfaatkan limbah-limbah pertanian disekiling kandang untuk bahan penyusun pakan seperti limbah pasar tradisional, gedebok pisang, limbah sawit, limbah singkong dll
  1. Limbah ternak kambing pun bisa menguntungkan, kotoran kambing pun bernilai ekonomis yang cukup tinggi. Kambing dewasa rata-rata mengeluarkan feses sebesar 0,63 Kg/ekor/hari tergantung jumlah pakan yang dikonsumsi dan potensi hijaun yang terbuang berkisar 40-50 % yang kedua bahan tersebut bisa menjadi bahan pembuat kompos. Selain kotoran padat urin kambing juga bisa menjadi bahan pembuatan pupuk organic cair dengan kandungan nitrogen sebesar 0,51 -0,71 % dengan produksi rata-rata 0,6-2,5 l/hari/ekor. Dengan fakta diatas nilai ekonomis kotoran kambing cukup bagus jika di olah menjadi pupuk kompos dengan kisaran harga Rp. 2000-3000/Kg

Dengan keuntungan-keuntungan tersebut kambing sangat layak dikembangkan diwilayah Bangka Belitung dengan potensi lahan yang masih luas serta potensi biomassa pakan dari limbah pertanian dan perikanan sangat melimpah, serta pemenuhan kebutuhan akan daging kambing yang masih dipasok dari luar wilayah Bangka Belitung.