JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SIDOLITKAJI

POTENSI LIMBAH SERAI WANGI SEBAGAI PAKAN TERNAK DI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Serai wangi (Andropogon nardus L. atau Cyampogon nardus L. ) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang cukup berkembang di Indonesia. Komponen utama minyak serai wangi adalah sitronellal dan geraniol yang masing-masing mempunyai aroma khas dan melebihi keharuman minyak serai sendiri. Peranan komoditas ini sangat besar untuk meningkatkan pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja dan sebagai sumber devisa. Oleh karena itu, tanaman ini sangat prospektif untuk dikembangkan.

Pengembangan tanaman serai wangi di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di Bangka Tengah sudah banyak dilakukan oleh petani. Adaptasi tanaman serai wangi yang tidak sulit dan masa panen yang pendek menyebabkan petani mudah mengembangkan tanaman ini. Serai wangi tidak hanya dapat ditanam monokultur, tetapi juga dapat dijadikan tanaman sela di antara kelapa sawit dan karet. Hingga November 2015 petani di Koba, Bangka Tengah sudah menanam sekitar 4 ha tanaman serai wangi. Hasil pengamatan rerata pertumbuhan dan produksi serai wangi pada umur 4 bulan yang ditanam di KP. Petaling dapat dilihat pada tebel berikut.

 

Rerata pertumbuhan dan produksi serai wangi pada umur 4 bulan per rumpun

No

Variabel

Monokultur

Tanaman sela

1

Tinggi tanaman (cm)

67,8

66,10

2

Jumlah anakan

15,0

12,5

3

Lebar kanopi utara- selatan (cm)

55,3

50,3

4

Lebar kanopi barat- timur (cm)

55,2

55,1

5

Berat basah (kg)

3,50

3,50

 

Hasil utama tanaman serai wangi adalah minyak atsiri yang diperoleh melalui proses penyulingan, baik pada skala besar maupun rumah tangga. Produk samping dari hasil proses penyulingan adalah limbah serai wangi. Limbah ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan lokal, khususnya ternak sapi. Hal ini sejalan dengan program swasembada daging sapi di Kepulauan Bangka Belitung, melalui efisiensi usaha ternak dengan memanfaatkan sumber daya local berkualitas. Kandungan nilai gizi dalam limbah serai wangi tidak kalah jika disbandingkan dengan rumput gajah maupun jerami padi.

 

Penbandingan kandungan gizi limbah serai wangi (10% kadar air), rumput gajah dan jerami (Sukamto et al., 2011)

No.

Parameter gizi

Limbah serai wangi

Rumput gajah

Jerami padi

1

Protein

7,00

10,19

3,93

2

Lemak

2,35

1,64

0,87

3

Energi(kkg/Ge/kg)

3353,00

4031,00

3167,00

4

Serat kasar(%)

25,73

34,15

32,99

5

Ca (%)

0,35

0,48

1,2

6

P(%)

0,14

0,23

1,2

7

Kadar abu(%)

7,91

11,73

22,44

 

Beberapa parameter kandungan gizi limbah serai wangi lebih baik dibandingkan jerami, yaitu protein sebesar 7 %, lemak 2,35 % dan energi 3353 kkg/Ge/kg. Adapun salah satu cara pembuatan pakan yaitu dengan menjemur limbah sisa penyulingan serai wangi. Setelah kering udara, dilakukan pencampuran dengan silase/ tetes tebu dengan cara disemprot menggunakan sprayer. Campuran tersebut difermentasi selama 10-14 hari. Setelah itu, pakan siap dikonsumsi oleh ternak, selain itu juga dapat diberikan secara langsung tanpa proses fermentasi.