JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SIDOLITKAJI

TEKNOLOGI ASAP CAIR PENGHILANG BAU TIDAK SEDAP PADA BAHAN OLAH KARET

Karet merupakan salah satu komoditas unggulan yang telah memberikan kontribusi nyata sebagai sumber pendapatan masyarakat, devisa dan lapangan kerja. Sebagian besar perkebunan karet di Kepulauan Bangka Belitung merupakan perkebunan rakyat seperti halnya perkebunan karet di wilayah lain di Indonesia.

Masalah utama yang terjadi dalam bahan olahan karet adalah mutu bahan olah karet (bokar) yang rendah dan bau busuk yang menyengat sejak dari kebun. Mutu bokar rendah disebabkan penggunaan bahan penggumpal lateks (getah karet) yang tidak dianjurkan seperti tawas dan TSP; dan merendam bokar di dalam air. Penggunaan bahan-bahan tersebut akan memacu berkembangnya bakteri perusak antioksidan alami di dalam bokar, sehingga nilai plastisitasnya menjadi rendah. Bau busuk menyengat disebabkan oleh pertumbuhan bakteri pembusuk yang melakukan biodegradasi protein di dalam bokar menjadi amonia dan sulfida. Kedua hal tersebut terjadi karena bahan penggumpal lateks yang digunakan saat ini tidak dapat mencegah pertumbuhan bakteri.

Salah satu alternatif teknologi yang diupayakan untuk mengatasi masalah ini adalah penggunaan asap cair sebagai penggumpal lateks. Asap cair merupakan suatu hasil kondensasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran bahan-bahan yang banyak mengandung lignin, selulosa, hemiselulosa serta senyawa karbon lainnya. Asap cair mempunyai berbagai sifat fungsional, seperti  untuk memberi aromarasa dan warna karena adanya senyawa fenol dan karbonil, sebagai bahan pengawet alami karena mengandung senyawa fenol dan asam yang berperan sebagai antibakteri dan antioksidan serta sebagai bahan penggumpal lateks pengganti asam format

Cara pembuatan asap cair dengan cara pirolisis yaitu pembakaran dengan kondisi yang minim atau tanpa oksigen. Bahan baku yang digunakan dalam pembuatan asap cair berasal dari limbah pertanian seperti cangkang kelapa sawit, tempurung kelapa dan dapat juga berasal dari iimbah kayu yaitu serbuk gergaji. Rendemen asap cair yang dihasilkan dalam pembuatan asap cair tergantung pada bahan baku dan kondisi proses pirolisisnya. Rendemen asap cair yang dihasilkan dapat optimal jika mencapai suhu 4000C. Pada penelitian yang dilakukan di BPTP Kepulauan Bangka Belitung, dengan alat pirolisis yang sederhana yang memungkinkan direplikasi di tingkat petani, menghasilkan rendemen asap cair dari tempurung kelapa sebesar 36% dengan maksimal suhu pirolisis 2330C. Sedangkan rendemen asap cair dari bahan baku cangkang sawit 21,8% dengan maksimal suhu pirolisis 2050C.

Asap cair yang dihasilkan dari bahan baku yang berbeda, mempunyai karakteristik yang meliputi sifat fisika dan kimia, serta kandungan senyawa kimia yang berbeda. Asap cair yang dihasilkan dari bahan baku tempurung kelapa mempunyai berat jenis yang paling tinggi (1,022), diikuti asap cair dari cangkang kelapa sawit (1,005), dan yang paling rendah adalah berat jenis asap cair dari serbuk gergaji (0,997). Kandungan asam dan fenol dalam asap cair tempurung kelapa dan tempurung kelapa lebih tinggi daripada asap cair dari serbuk gergaji.

Kandungan asam dan fenol serta senyawa karbonil inilah yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti asam semut sebagai penggumpal lateks. Kandungan fenol asap cair memungkinkan bokar yang dihasilkan tidak berbau busuk. Penelitian tentang kombinasi antara asap cair dan asam format sebagai penggumpal lateks dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu bokar. Komposisi asap cair dan asam semut yang digunakan adalah 100 : 0, 75 : 25, 50 : 50, 25 : 75, 0 : 100. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi asap cair, bokar yang dihasilkan semakin berwarna coklat, bau asap yang lebih terasa. Dengan perlakuan hanya asam format, setelah tiga hari bau busuknya mulai tercium, dan warnanya putih. Kandungan fenol dalam asap cair dapat menghambat pertumbuhan bakteri pengurai protein pada lateks.

Asap cair sebagai penggumpal lateks yang ramah lingkungan sangat mudah diterima petani karet, selain mudah dalam aplikasinya kadar karet kering bokar mudah didapat dan bau yang tidak sedap dari penanganan karet kebun sampai pengangkutan ke pabrik dapat diatasi.