JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Menanam Cabai Dalam Pot Atau Polybag

Untuk memanfaatkan pekarangan rumah yang berskala sempit, kita bisa menggunakan polybag atauu pot untuk menanam cabai. Berikut informasi cara bertanam cabai dalam pot atau polybag.

Pemilihan Benih

Pilihlah cabe yang berkualitas unggul, karena dari bibit ini biasanya akan tumbuh lebih sempurna dibandingkan bibit yang biasa. Selain itu, ketahanan bibit berkualitas lebih unggul untuk tahan dari serangan hama dan penyakit.

 

Persemaian Benih

Dalam persemaian kita bisa menggunkan baki atau bisa juga membuat petakan kecil ditanah sebagai tempat persemaian benih. Media yang digunakan untuk persemaian adalah campuran kompos dan tanah. Gemburkan tanah dalam 5-10 cm afar perakaran mudah menembus tanah nantinya.

Tanam biji cabai yang akan disemai dengan jarak 7,5 cm, tutup tipis dengan tanah kemudian lakukan penyiraman. Setelah itu bedengan ditutup menggunakan goni basah selama 3-4 hari hingga muncul tunas, setelah tunas muncul buka penutup goni. Benih cabai siap dipindah ke polybag setelah berumur 3-4 minggu.

Persiapan Media Tanam

Pilih polybag yang berukuran minimal 30 cm, lalu buat media dengan menggunakan campuran tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, atau campuran tanah, pupuk kandang dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, dan bisa juga campuran tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Apabila menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang telah matang. Untuk media tanam usahakan sehalus mungkin dengan cara mengayaknya. Campurakan sekitar 3 sendok NPK dalam setiap polybag. Aduk hingga camputan tersebut benar-benat rata. Lapisi bagian dalam polbag denga sabut kelapa, pecahan genteng atau pecahan stryrofoam. Gunanya agar air tidak menggenangi daerah perakaran tanaman.

Pemindahan Bibit

Pemindahan bibit harus dilakukan secara hati-hati agar tidak terjadi kerusakan pada perakaran tanaman. Buat lubang tanan pada polybag sedalam 5-7 cm. Apabila persemaian dilakukan di atas polybag atau daun pisang, copot polybag dan daun pisang tersebut lalu masukan seluruh tanah dalam tempat persemian kedalam lubang tanam. Apabila persemaian dilakukan di atas petak tanah atau tray, pindahkan dengan tanah yang menempel pada perakaran dan masukkan kedalam lubang tanam.

Pemeliharaan Dan Perawatan

Pemupukan, berikan pemupukan tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK per polybag setiap bulannya. Atau apabila ingin menanam cabe secara organik, sebagai gantinya semprotkan pupuk organik cair pada msa pertumbuhan daun dan pertumbuhan buah. Tambahkan satu kepal kompos atau pupuk kandang kambing pada saat tanaman mau berbuah.

Penyiraman, tanaman cabe sebaiknya disiram sekurang-kurangnya 3 hari sekali. Apabila matahari bersinat terik, siram tanaman setiap hari.

Pengajiran, setelah tanaman cabetumbuh sekitar 20 cm, berikan ajir bambu. Ajir ini berguna untuk menopang tanaman agar berdiri tegak.

Perompesan, tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun sebaiknya dihilangkan (dirompes). Peropesan dimulai pada hari ke-20 setelah tanam. Ini dilakukan tiga kali hinggan terbentuknya cabang. Gunanya agar tanaman tidak tumbuh kesamping ketika batang belum terlalu kuat menopang.

Hama dan Penyakit, penggunaan pestisida sebaiknya hanya dilakukan apabila tanaman terlihat terserang hama atau akit. Apabila terlihat ada hama putih semprot dengan pestisida, bila terlihat ada bakal ulat maka semprot dengan insektisida secukupnya, kalau terlihat jamur maka gunakan fungisida.

 

Sumber : (Waryana Aji) Kabartani.com