JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SIDOLITKAJI

BERAS ARUK PANGAN LOKAL BANGKA BELITUNG

PENDAHULUAN

Potensi pangan pokok di Indonesia sangat banyak dan beragam jenisnya. Namun umumnya masyarakat Indonesia dan Bangka Belitung khususnya saat ini masih sangat tergantung akan pangan beras. Ini   merupakan cerminan dari pola konsumsi pangan masyarakat (food habits) yang cenderung ke beras, padahal sumber pangan non beras masih melimpah ruah, seperti ketela, ubi jalar, jagung, kedele dan umbi-umbi lainnya. Pemerintah telah berupaya mendorong diversifikasi pangan untuk mengurangi beban konsumsi pangan karbohidrat kepada komoditi pangan lain yang lebih murah dan terjangkau salah satunya adalah Ubi Kayu.

Di Indonesia ubikayu merupakan makanan pokok ketiga setelah beras dan jagung. Ubikayu mempunyai keunggulan yang mendukung upaya diversifikasi pangan sumber kalori alternatif, diantaranya :

1. Aspek nutrisi yaitu kadar lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C yang lebih tinggi dan lengkap daripada padi.

2. Aspek agronomis, yaitu mudah tumbuh dan memiliki kemampuan adaptasi luas, termasuk dilahan marginal.

Ubikayu mempunyai arti ekonomi terpenting diantara jenis umbi-umbian lainnya, sebab selain dapat dikonsumsi langsung, dapat dijadikan tepung tapioka, gaplek, pelet, tape, dekstrin, lem, kerupuk, dan lainnya. Di Bangka Belitung olahan ubi kayu dijadikan beras ubi kayu (Beras Aruk).

 

Beras Aruk Pangan Lokal Sumber Karbohidrat

Beras Aruk merupakan makanan tradisional yang terbuat dari olahan ubi kayu berasal dari Provinsi Bangka Belitung. Masyarakat Bangka Belitung telah mengkonsumsi makanan ini dari masa penjajahan belanda sebagai pengganti beras yang sulit di dapat saat itu. Saat ini beras aruk mulai berkembang di Bangka Belitung sebagai panganan yang disajikan untuk menjamu tamu tamu khusus yang berkunjung atau pada acara acara tertentu. Sentra produksi beras aruk di Pulau Bangka antara lain Desa Kemuja Kabupaten Bangka, Desa Tempilang Kabupaten Bangka Barat, Desa Gadung Kabupaten Bangka Selatan.

 

Beras Aruk memiliki tekstur dan rasa yang khas. Beras aruk bisa direkomendasikan bagi penderita diabetes militus (penyakit gula darah tinggi), karena memiliki kadar gula yang rendah.

 

Pengolahan Beras Aruk

Proses pengolahan ubi kayu menjadi beras aruk melalui beberapa tahapan proses antara lain :

1.Varietas dan masa panen

Semua jenis/varietas ubi kayu dapat dibuat menjadi beras aruk kecuali ubi kayu karet (kadar Asam Cianida tinggi). Dan panen ubi kayu yang baik untuk pembuatan beras aruk adalah  ubi kayu yang berumur kurang lebih 1 tahun.

2. Pengupasan dan perendaman

Ubi Kayu dikupas, dipotong 7-8 cm lalu dicuci bersih kemudian direndam selama tiga hari (3 x 24 jam) agar menjadi lebih lunak. Perendaman sebaiknya menggunakan air mengalir atau menggunakan wadah dengan pola pergantian air setiap hari.

3. Penghancuran

Setelah perendaman kemudian ubi kayu dihancurkan dengan cara diremas-remas pada air baskom dengan tujuan agar pati dan serat sumbu bisa terlepas dan hasilnya akan diperoleh bubur ubi kayu. Bubur ubi kayu tersebut dimasukan kedalam karung bersih (karung tepung terigu) untuk diperas agar kering dan padat.

4. Penumbukan

Hasil perasan yang telah padat dan kering ditumbuk untuk mendapatkan tekstur yang lebih halus, kemudian diayak dengan ayakan kasar. Penumbukan menggunakan alat penumbuk padi tradisional (antan). Hasil ayakan dihampar kemudian diaruk aruk dengan arah melingkar menggunakan 5 jari agar membentuk butiran butiran kecil.

5. Pengsangraian

Butiran butiran kecil tersebut disangrai hingga tampak agak transparan, selanjutnya dijemur dibawah sinar matahari sampai benar-benar kering. Daya simpan beras aruk yang benar-benar kering dapat disimpan selama kurang lebih 1 tahun.

 

Informasi gizi dalam beras aruk (per 100 gram)

Energi

353,0 kkal

Protein

0,6 gram

Lemak

0,8 gram

Karbohidrat

85,9 gram

Abu

0,2 gram

Air

12,5 gram

Bdd (bahan dapat dicerna)

111 %

(sumber : Badan Ketahanan Pangan Prov. Kep. Bangka Belitung)

 

Menyusun materi penyuluhan pertanian dalam bentuk bahan website dengan judul Beras Aruk Pangan Lokal Bangka Belitung,

Ditulis Oleh               : Ria Maya, S.P. (BPTP Kep. Bangka Belitung)

Sumber Bacaan       : - Pembuatan Beras Aruk, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bangka Belitung.

                                  - Beras Aruk, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sumber Gambar       : Koleksi BPTP Kep. Bangka Belitung