JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SIDOLITKAJI

“Odot” : Rumput Berkualitas yang Adaptif pada Berbagai Tipe Lahan

Rumput Odot/Gajah mini merupakan salah satu tanaman yang disukai ternak ruminansia, karakteristik rumput ini antara lain daunnya bertekstur lembut, ruas batangnya pendek dan relatif empuk dengan tinggi berkisar 50-100 cm. Rumput ini pada awalnya dikembangkan di Florida, Amerika Serikat dengan nama (Pennisetum purpureum cv. Mott). Namun di masyarakat kita menyebutkanya rumput odot, silsilah nama yang diambil dari nama orang yang memasukan jenis rumput ini ke Indonesia.

Keunggulan rumput odot antara lain, batang relatif pendek dan empuk, pertumbuhannya relatif cepat, sangat disukai ternak ruminansia, daun lembut dan tidak berbulu, mampu beradaptasi dengan kondisi lahan, tidak memerlukan perawatan khusus, dalam satu rumpun terdapat 40-80 batang. Nutrisi yang terkandung dalam rumput odot antara lain : kadar lemak daun (2,72%), kadar lemak batang (0,91%), CP daun (14,35%), CP batang (8,1%), digestibility daun (72,68%), digestibility batang (62,56%), protein kasar (14%). Dengan komposisi seperti itu tentunya sangat baik untuk menunjang pertumbuhan ternak ruminansia.

Rumput odot dapat diperbanyak melalui stek dengan cara memotong ruas/batangnya sepanjang 15-25 cm lalu benamkan ke dalam tanah.sebelum dilakukan penanaman sebaiknya lahan diberikan pupuk dasar yaitu pupuk kandang. Selain itu sebaiknya lokasi lahan cukup untuk mendapatkan sinar matahari. Rumput odot dapat ditanam baik sebagai tanaman monokultur maupun sebagai tanaman sela. Karena tanaman ini ukurannya lebih pendek rumput ini bisa ditanam sebagai tanaman sela dikombinasikan dengan hijauan pakan ternak yang lain, dipematang sawah atau disela sela tanaman perkebunan dengan memperhatikan intensitas matahari, agar tidak terlalu ternaungi. Rumput ini juga bisa digunakan sebagai penahan erosi lahan dengan penanaman pada tanah yang relatif miring, karna system perakarannya.

Rumput odot dapat di tanam pada berbagai jenis lahan, termasuk pada lahan bekas tambang timah sekalipun. Tahap pertama adalah pembuatan gundukan tanah lebar 50-80 cm dengan tinggi 20 cm. Stek bibit ditanam minimal 3 ruas dan 2 ruas ditanam didalam tanah di tengah gundukan. Jarak tanaman dalam barisan 40-75 cm, jarak tanam antar barisan 75-100 cm. Sebagai pupuk dasar digunakan pupuk kandang dengan takaran 3 t/ha. Untuk mempercepat pertumbuhan dapat diberikan pupuk NPK dengan takaran 60 kg/ha. Aplikasi pupuk organik cair berupa biourine sapi yang telah diencerkan dengan komposisi 1 : 5. Rumput odot pertama kali dipanen pada umur 70-80 hari, yang ditandai dengan ukuran ruas batang sekitar 15 cm. Untuk musim hujan rumput odot dapat dipanen setiap 35-45 hari sedangkan pada musim kemarau dapat dipanen setiap 40-50 hari, dengan dipotong pendek sejajar dengan tanah. Pada panen pertama sebaiknya dipanen pada umur dengan kisaran 60 hari atau ukuran ruasnya telah mencapai 30-40 cm.

Rumput odot juga memiliki adaptabilitas yang cukup baik pada lahan-lahan sub obtimal, seperti pada lahan bekas tambang timah di Desa Bukit Kijang, Kecamatan Namang, Kabupaten Bangka Tengah. Saat ini di Kebun Percobaan (KP) Petaling, BPTP Balitbangtan Kepulauan Bangka Belitung tengah dikembangkan pada lahan seluas 0.5 hektar baik yang ditanam secara monokultur maupun tumpangsari sebagai pakan ternak sapi maupun kambing. Pengembangan rumput odot ini diharapkan juga dapat mendukung Program SIWAB (Sapi Indukan Wajib Bunting) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.