JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SIDOLITKAJI

Pemanfaatan Kapuk Randu Sebagai Tiang Panjat Hidup

Saat ini, penggunaan tiang panjat hidup untuk tanaman lada sangatlah direkomendasikan kepada petani. Seperti petani di negara Vietnam yang telah menggunakan tiang panjat hidup dan memiliki hasil yang cukup baik.

BPTP Balitbangtan Kepulauan Bangka Belitung telah mengenalkan pohon kapuk randu sebagai tajar hidup tanaman lada kepada petani, melalui penyuluhan dan mulai menggunakan pohon ini untuk dijadikan tiang panjat hidup tanaman lada, di Kebun Percobaan (KP) Petaling. Selain pohon ini, KP Petaling juga memiliki tiang panjat hidup tanaman gamal. Akan tetapi, kekurangan dari penggunaan tiang panjat hidup tanaman gamal ini yaitu, pemangkasan pohon gamal yang  merepotkan serta membutuhkan tambahan biaya untuk tenaga kerja.

Seperti halnya petani di Kepulauan Bangka Belitung, khususnya di Desa Puput, Kecamatan Simpang Katis, Bangka Tengah telah menggunakan kapuk randu sebagai tiang panjat hidup untuk tanaman lada. Tiang panjat hidup pohon randu pada awalnya diperbanyak dengan biji, setelah tiga bulan dapat dipindahkan ke lahan, dan selanjutnya setelah tumbuh dapat diperbanyak dengan cara stek. Pohon randu yang masih kecil permukaan kulitnya licin namun setelah pohon kapuk randu tersebut besar permukaan kulitnya memadai kasar dan akar lekat lada dapat menempel pada permukaannya. 

Kayu kapuk ini dijadikan pilihan karena mudah hidup dan tahan lama usianya serta termasuk tanaman dengan kayu yang sangat kuat untuk menopang tanaman lada selama bertahun-tahun, sehingga sangat efisien. Penggunaan tiang panjat hidup kapuk randu dapat membantu pertumbuhan tanaman lada hingga ketinggian lebih dari lima meter. Selain itu, tiang panjat ini memiliki umur panen lada yang panjang hingga lima belas tahun jika dibandingkan dengan menggunakan tajar mati yang hanya bertahan tiga hingga lima tahun saja.