JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Identifikasi HPT pada Kopi Di KP Pangkalpinang

Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat dunia. Kopi (Coffea sp.) merupakan salah satu komoditas perkebunan yang memiliki peran penting dalam menunjang peningkatan ekspor non migas di Indonesia. Secara umum ada dua jenis kopi yang dihasilkan di Indonesia yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Tanaman kopi arabika dapat tumbuh dan berbuah optimal pada ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut, sedangkan kopi robusta pada ketinggian 400 – 800 m di atas permukaan laut. BPTP Kepulauan Bangka Belitung berupaya mengembangkan komoditas kopi karena Bangka Belitung memiliki potensi lahan dataran rendah yang masih luas untuk ditanami kopi. Kopi robusta dipilih sebagai jenis yang dianggap mampu tumbuh pada lahan dataran rendah.

Permasalahan utama yang diidentifikasi pada perkebunan kopi, yaitu rendahnya produktivitas dan mutu hasil. Produksi dipengaruhi oleh tingkat kesesuaian lingkungan tumbuh, teknik budidaya, varietas dan adanya gangguan beberapa hama maupun penyakit yang ada di lapangan, mulai dari pembibitan sampai dengan tanaman dewasa dan menghasilkan. Rendahnya produktivitas kopi diantaranya disebabkan adanya hama serta penyakit yang menyerang tanaman kopi tersebut. Hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi adalah penggerek buah kopi (Hyetenemus hampei), penggerek batang cabang atau batang (Zeuzera sp.), penggerek ranting (Xylosandrus sp.), kutu hijau, kutu putih, penyakit karat daun (Hemileia vastatrix), penyakit akar (Rigidophorus lignosus), embun jelaga busuk buah kopi, serta disebabkan oleh nematoda parasit (Pratylenchus sp., Meloidogyne sp., Radopholus sp.).

Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman dan buah kopi dikalangan petani masih dengan cara manual yaitu mencabut atau membuang tanaman yang terkena hama atau penyakit. Kurangnya pengetahuan petani dan luasnya lahan yang ada menyebabkan pengendalian hama dan penyakit saat ini kurang tepat. Upaya peningkatan dapat dilakukan dengan cara seperti pemupukan yang tepat, pengolahan tanah yang baik, pemilihan benih dan bibit unggul, dan teknik pemangkasan lepas panen diperlukan untuk mendapatkan tanaman tumbuh dengan optimal. Tanaman yang sehat akan lebih tahan terhadap serangan OPT dan lebih cepat sembuh setelah terjadi serangan hama dan penyakit. Praktek budidaya yang dilakukan di lapangan mempengaruhi keberadaan suatu penyakit atau hama tertentu dan besar kecilnya tingkat serangan.

Pengamatan mengenai hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi dapat memberikan informasi bagi petani, dan masyarakat dalam mengendalikan penyakit kopi. Pada lahan kebun percobaan terdapat 21 baris tanaman kopi. Setiap baris terdapat 7 varietas kopi robusta dengan 4 kali pengulangan baris kebelakang, setiap varietas terdapat 9 tanaman kopi. Jumlah sampel yang diamati berjumlah 28 sampel. Pengamatan hama dilakukan secara keseluruhan dengan memperhatikan ada atau tidaknya hama pada tanaman kopi. Pengamatan penyakit dilakukan dilapangan atau dilahan secara langsung pada setiap tajuknya pada tanaman kopi.

Berdasarkan hasil pengamatan jenis hama dan penyakit pada tanaman kopi (Coffea sp.) dikebun percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dapat diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 1.  Jenis hama pada tanaman kopi

No

Nama Hewan

Ordo

Spesies

Peranan

1

Laba-laba pembuat jaring

Araneae

 

Musuh alami

2

Kepik penghisap buah

Hemiptera

Leptocorisa acuta

Hama

3

Semut hitam

Hymenoptera

Dolichoderus sp.

Musuh alami

4

Penggerek buah

Coleoptera

Hypothenemus hampei

Hama

5

Belalang sembah

Mantodea

Mantis religiosa

Musuh alami

6

Lalat bunga

Diptera

Syrphidae

Hama

7

Kutu dompolan

Hemiptera

Planicoccus citri

Hama

8

Hama putih

Lepidoptera

Nymphula depuntalis

Hama

9

Kaki seribu

Diplopoda

Julus virgatus

Hama

10

Ular hijau (daun)

 

 

Hama

 

Tabel 2 Jenis penyakit pada tanaman kopi

No

Nama penyakit

Organ

Gejala

1

Karat daun (Hemileia vastatrix)

Daun

Menyerang daun dan timbul bercak kuning

2

Bercak daun (Cercospora coffeicola)

Daun

Daun yang timbul bercak kuning dan dikelilingi lingkaran berwarna kuning

3

Embun jelaga (Root-down)

Daun

Permukaan daun terdapat lapisan berwarna hitam yang merupakan koloni jamur root-down

 

Jenis hama dan penyakit pada tanaman kopi dapat ditemukan 10 hama dan 3 penyakit. Hama pada tanaman kopi yang sering ditemukan yaitu laba-laba pembuat jaring, kepik penghisap buah, semut hitam, penggerek buah, belalang sembah, lalat bunga, kutu dompolan, hama putih, kaki seribu, dan jarang ditemukan ular hijau. Untuk penyakit, gejala penyakit karat daun dengan timbul bercak kuning yang disebabkan oleh jamur Hemileia vastatrix. Gejala penyakit bercak daun dengan gejala daun yang timbul bercak kuning dan dikelilingi lingkaran berwarna kuning yang dapat disebabkan oleh jamur Cercospora coffeicola. Gejala penyakit embun jelaga yaitu pada permukaan daun terdapat lapisan berwarna hitam yang merupakan koloni yang disebabkan oleh jamur root-down yang menyerang tanaman yang dikerumuni banyak kutu dompolan atau kutu hijau.Pengendalian dilakukan dengan menggunakan pestisida nabati yang berasal dari tumbuhan. Jenis pestisida ini mudah terurai di alam, sehingga tidak mencemarkan lingkungan dan relatif aman, karena residunya mudah hilang.