JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penyakit Kuning Keriting pada Cabai

Pernah melihat daun cabe yang keriting dan menguning?? Umumnya terlihat pada bagian pucuk. Ini merupakan gejala serangan virus yang dikenal dengan penyakit kuning keriting. Gejala serangan virus pada cabai secara umum dibedakan menjadi dua gejala khas seperti gejala menguning dan keriting. Beberapa virus menunjukkan gejala keriting diantaranya CMV (Cucumber Mosaic Virus), ChiVMV (Chilli Veinal Mottle Virus) dan TMV (Tobacco Mosaic Virus) sedangkan untuk gejala menguning pada daun itu disebabkan oleh infeksi begomovirus, Pepper yellow leaf curl virus (PepYLCV). Gejala kuning biasanya pada helai daun mengalami “vein clearing” (bagian-bagian daun di sekitar tulang daun menguning), dimulai dari daun-daun pucuk, berkembang menjadi warna kuning yang jelas, tulang daun menebal dan daun menggulung ke atas (cupping), menyebabkan daun-daun mengecil dan berwarna kuning terang, tanaman kerdil dan bunga rontok atau tidak berbuah. Sedangkan gejala mosaik ditandai dengan perubahan bentuk daun cekung, keriting atau memanjang.

Virus ini dapat menginfeksi tanaman lain seperti tomat, tembakau, mentimun dll. Parahnya lagi virus ini mampu bertahan pada inang alternatif seperti jenis rumput-rumputan dan mampu tersebar melalui benih jika tanaman yang terserang sampai berbuah dan dijadikan benih. Pada umumnya petani khawatir jika pada lahan ada tanaman cabai yang terinfeksi virus ini karena akibat dari serangannya dapat menyebabkan kehilangan hasil mencapai 100% alias gagal panen dan penyakit ini dapat menyebar dengan cepat jika disertai dengan keberadaan vektornya (serangga penyebar virus). Myzus persicae (aphids), Bemisia tabaci (lalat putih), Thrips tabaci merupakan vektor dari virus2 ini.
Sampai saat ini masih terbatas informasi mengenai bahan aktif yang yang dapat digunakan untuk mengendalikan virus ini. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan upaya pencegahan mulai dari penggunaan benih yang sehat, sanitasi lahan dari gulma, dan memusnahkan tanaman yang terserang dan yang paling penting adalah mengendalikan vektornya. Karena disini vektor berperan sangat penting dalam penyebaran virus. Pengendalian vektor dapat kita lakukan dengan cara menggunakan tanaman pembatas seperti jagung untuk membantu mencegah masuknya vektor ke lahan, menggunakan perangkap serangga seperti perangkap kuning, dan penggunaan insektisida jika jumlah populasi vektor tinggi.