JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

TEKNOLOGI PASCAPANEN NANAS

 

Nanas merupakan salah satu produk buah unggulan provinsi kepulauan Bangka belitung. Tanaman nenas dapat berproduksi sepanjang tahun dan tidak tergantung musim. Nanas Badau telah dibudidayakan oleh petani lokal secara tradisional.Salah satu kebun Nanas Badau terdapat di Dusun Klekak Datuk, Kecamatan Badau. Buah nanas hasil panen dijual di pasar-pasar pulau Belitung. Masyarakat banga memanfaatkan buah nanas sebagai bahan tambahan masakan lempah kuning, hal ini sangat menguntungkan bagi petani dikarenakan permintaan ketersediaan nanas meningkat seiring dengan permintaan di pasar tradisional. Peningkatan produski perlu diikuti dengan perbaikan penanganan pascapanen. Kehilangan hasil dan penurunan mutu tidak terlepas dari cara penanganan panen dan pascapanen yang dilakukan baik oleh petani, pedagang pengumpul maupun pengecer. Penanganan pascapanen dipandang perlu dilakukan dalam upaya mempertahankan kesegaran meningkatkan mutu, nilai ekonomi, menekan tingkat kehilangan hasil, serta meningkatkan daya saing produk hortikultura. Petani dan pelaku usaha pada dasarnya sudah menerapkan penanganan pascapanen nenas walaupun masih dilakukan dengan sederhana. Namun penanganan pascapanen yang dilakukan saat ini belum sepenuhnya mengacu pada Permentan No. 73 tahun 2013 tentang Pedoman Panen, Pascapanen dan Pengelolaan Bangsal Hortikultura yang baik. Penanganan pascapanen yang baik dan benar sesuai dengan GHP (Good Handling Practices) dapat menekan kehilangan/kerusakan hasil, mempertahankan mutu dan daya simpan produk sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) yang telah ditetapkan sehingga mampu bersaing di pasar baik domestik maupun internasional. Berikut ini adalah tahapan penanganan pascapanen nenas yang perlu mendapat perhatian. Tahapan penanganan panen dan pascapanen nenas. Masing-masing tahapan diuraikan sebagai berikut :

  • Pemanenan

Tabel 1. Tingkat Kematangan Buah Nenas Berdasarkan Persentase Warna

Kriteria

Ciri-ciri pada kulit buah

0

Semua mata buah berwarna hijau

1

Warna kuning ≤ 20%

2

Warna kuning 20 – 40 %

Warna kuning 55 – 65%

3

Warna kuning 65 – 90%

4

Warna kuning ≥ 90% +

5

Warna merah – orange ≤ 20%

6

Warna merah – kecoklatan 20 - 100% +

7

Warna kulit merah – kecoklatan 100% +

Sumber : Direktorat Budidaya Tanaman Buah, 2008

Setelah dipanen, buah nenas dikumpulkan di tempat yang teduh, bersih, kering dan beralas, berjajar dan tidak bertumpuk untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam wadah.  Pengangkutan nenas ke tempat pengumpulan dilakukan oleh petani dengan menggunakan sarana angkut berupa gerobak dorong, atau mobil bak pengangkut (pick up).  Kegiatan ini dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan akibat benturan fisik/mekanis.

Sortasi bertujuan untuk memisahkan buah yang tidak memenuhi syarat untuk dipasarkan. Misalnya buah yang terserang hama dan penyakit, busuk, buah yang tidak normal bentuk, ukuran dan untuk tingkat ketuaannya. Dengan adanya sortasi kita dapat memisahkan buah nenas berdasrkan berat/ukuran. Pengkelasan buah nenas dilakukan dengan memilah-milah buah sesuai ukuran berat yang ditentukan adapun ukuran dan berat berdasarkan grade sebagai berikut :

- Grade A : 2 – 2,5 kg/buah

- Grade B : 1,6 – 1,9 kg/buah

- Grade C : 1,2 – 1,5 kg/buah

 

Pembersihan dan Pencucian hal ini dilakukan untuk menghilangkan kotoran seperti debu, insekta, atau residu penyemprotan sebelum panen. Buah nanas harus dibersihkan dari daun-daun atau kotoran lain yang masih menempel dan memangkas tangkai buahnya. Dan pencuciannya sebaiknya pada air bersih dan mengalir.

 

Pengemasan proses ini juga dapat mempengaruhi tampilan buah nanas nantinya, buah nanas dengan kemasan yang menarik mempunyai harga yang lebih tinggi. Buah nanas tersebut dapat dikemas dalam kotak kayu yang jarang papannya, sehingga aliran udara masih dapat masuk. Kotak tersebut diberi alas lumut atau sabuk kelapa dan setelah itu dilapisi dengan kertas minyak.

 

Pengangkutan harus diperhatikan penempatannya dan aliran udaranya, tidak terkena hujan atau sinar matahari langsung.

 

Penyimpanan buah dapat dilakukan pada suhu dingin, suhu atmosfer terawasi dan pada suhu ruangan. Dalam proses ini juga harus diperhatikan waktu atau lama penyimpanannya dan kerusakannya akibat bakteri. Jika harga buah jatuh di pasaran kita dapat melakukan penyimpanan untuk menunggu harga naik. Buah nanas biasanya disimpan dalam peti kemas dalam ruangan dingin yang suhunya sekitar 50C.

 

Penulis : Amarilia H. Dameswary, S.Tp., M.Si