JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bunga Tahi Ayam si Tanaman Refugia

Tagetes sering disebut tahi kotok atau tahi ayam karena baunya yang cukup menyengat tapi mempunyai bentuk bunga yang unik dan warna yang mencolok. Tagetes masuk keluarga Compositae (Asteraceae) dan mempunyai 59 species. Tanaman ini merupakan salah satu herba hias yang biasa digunakan sebagai tanaman pagar. Sebagai pengendali hayati Tagetes disebut  “tumbuhan refugia” yang merupakan tumbuhan yang tumbuh di sekitar tanaman yang dibudidayakan yang berpotensi sebagai mikro habitat bagi musuh alami (parasitoid maupun predator). Musuh alami (parasitoid dan predator) memanfaatkan nektar dan polen yang akan meningkatkan fekunditasnya, telur yang dihasilkan lebih banyak, sehingga populasinya meningkat pula. Dengan demikian potensi sebagai pengendali alami hama akan meningkat.

Tagetes efektif dalam pencegahan nematoda penganggu tanaman seperti Meloidogyne sp., Pratylenchus sp., sehingga dapat digunakan sebagai tanaman tumpang sari. Selain itu, Tagetes juga bermanfaat sebagai penangkal serangga, anti bakteri dan anti jamur karena kandungan bioaktifnya. Kandungan bioaktif yang terdapat pada tanaman ini seperti terpenoid, karotenoid, tegetiin, terthienyl, helenian, serta flavoxanthin. Tagetes juga bersifat racun kontak pada beberapa hama seperti kutu daun (Aphis craccivora) dan ulat daun (Plutella xylostella). Dapat diaplikasikan dengan cara menggiling 3 g bunga sampai halus, lalu tambahkan satu liter air. Saring dan semprotkan pada tanaman. Tanaman ini juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak khususnya unggas yang mampu meningkatkan kualitas warna kuning telur. Hal ini disebabkan karena tingginya kadar karotenoid, terutama xantofil. Pemberiannya dapat berupa tepung bunga, tepung daun maupun campuran keduanya  yang dicampurkan dengan ransum (pakan ) ayam.