JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Hama belalang kembara (Locusta migratoria manilensis Meyen)

Belalang kembara dikenal dengan nama latin Locusta migratoria manilensis Meyen. Belalang ini merupakan satu-satunya spesies belalang yang mengalami fase transformasi dari  51 spesies anggota famili Acrididae, tercatat sebagai hama di Indonesia dan dapat menyerang hampir seluruh tanaman hortikultura. Belalang kembara diketahui mempunyai tiga fase populasi yang sangat khas. Yang pertama fase soliter, yaitu ketika belalang berada dalam populasi rendah di suatu hamparan sehingga mereka cenderung mempunyai perilaku individual. Dalam fase ini belalang kembara bukanlah hama yang merusak karena populasinya berada di bawah ambang luka ekonomi dan perilakunya tidak rakus. Tahap berikutnya fase transisi (transient), yaitu ketika populasi belalang sudah cukup tinggi dan mulai membentuk kelompok-kelompok kecil. Fase ini perlu diwaspadai karena apabila kondisi lingkungan mendukung maka akan membentuk fase gregarius, yaitu ketika kelompok-kelompok belalang telah bergabung dan membentuk gerombolan besar yang sangat merusak. Pada keadaan ini belalang kembara menjadi lebih agresif dan rakus sehingga setiap areal pertanian yang dilewatinya mengalami kerusakan total (Sosromarsono, 1998). Perilaku hama belalang kembara diketahui berhubungan dengan pola iklim dan curah hujan. Kekeringan identik sebagai ciri umum tahun belalang kembara.

Belalang kembara memakan daun-daun tanaman sehingga mengurangi luas permukaan daun dan mengganggu fungsi fisiologis dari tanaman yang diserang. Kerusakan ini berpengaruh terhadap produktivitas tanaman. Gejala serangannya berupa robekan pada daun. Pada tingkat serangan yang parah akan menyisakan tulang daun bahkan juga dapat memakan batang dan tongkol pada tanaman jagung. Kerusakan pada tanaman akibat serangan hama ini dapat mencapai 90% sehingga dapat mengakibatkan tanaman gagal panen jika tidak dilakukan tindakan pengendalian.

Agens pengendali hayati berupa bioinsektisida yang berpotensi untuk pengendalian belalang kembara ini adalah sejenis cendawan patogenik yang bersifat patogen pada hewan serangga, yaitu cendawan Metarhizium anisoplae spp dan Beauveria bassiana. Penggunaan bioinsektisida dengan 1 kali aplikasi bioinsektisida sudah cukup untuk mengurangi populasi hama selama musim tanam untuk tanaman hortikultura (Nikolas, 2015).  Beberapa mush alaminya antara lain semut, larva kumbang endol (Mylabris pustulata) dan larva kumbang ereng (Epicauta ruficeps) yang efektif memangsa kantung telur belalang yang ada di dalam tanah. Pengendalian secara kultur teknis juga dapat dilakukan dengan cara membajak lahan agar telur belalang terpapar sinar matahari dan dimakan predator lain. Bagi warga Mojokerto, Jawa Timur, hama ini mambawa keuntungan tersendiri karena dijadikan cemilan yang diduga memiliki kandungan protein cukup tinggi dan rasa yang gurih dikenal dengan nama walang atau belalang goreng. Sehingga kita bisa mengambil makna positif jika musim belalang terjadi.