JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Perkuat Sinergi Peneliti – Penyuluh Mendukung Akselerasi Hilirisasi Inotek Balitbangtan

Pangkalpinang – BPTP Bangka Belitung perkuat sinergi antara Peneliti – Penyuluh dalam rangka mendukung akselerasi hilirisasi Inovasi teknologi Balitbangtan Kementan. Kegiatan ini dirangkai dalam temu tugas peneliti penyuluh dengan tema “Akselerasi Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan di Bangka Belitung telah dilaksanakan di Soll Marina Hotel and Conference Centre – Bangka Tengah pada tanggal 04 Mei 2021. Peserta kegiatan temu tugas ini terdiri dari Peneliti - Penyuluh BPTP serta Penyuluh daerah yang terdiri dari Kepala Bidang dan Kepala Seksi Penyuluh Provinsi/Kab/Kota serta Koordinator BPP dan perwakilan penyuluh seluruh Bangka Belitung yang berjumlah 100 orang. Selain itu juga diikuti secara online oleh Peneliti dan Penyuluh baik yang berasal dari dalam dan luar Babel sekitar 150 orang.

Kegiatan Temu Tugas Peneliti dan Penyuluh dibuka secara resmi oleh Gubernur Bangka Belitung Dr. H. Erzaldi Rosman, SE., MM di Hotel Soll Marina Hotel. Turut mendampingi Erzaldi, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung Juaidi Rusli, SP., MP dan Kepala Balai Karantina Kelai II Pangkalpinang drh. Saefudin Zuhri. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung juga menjadi narasumber pada pertemuan tersebut.
Selain itu juga menghadirkan narasumber dari Peneliti Utama dan Penyuluh dari Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (BBP2TP) yaitu : Prof. Dr. Ir. Rubiyo, MSi dan Raden Dani Medionovianto, S.Pt.

Gubernur Babel Erzaldi Rosman dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran penyuluh sangat vital dalam mendukung kegiatan usaha tani di lapangan. Oleh karena itu menurut Erzaldi penyuluh pertanian mesti menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemajuan pertanian di masa depan. “Banggalah menjadi penyuluh. Penyuluh harus menjadi pionir dan garda terdepan kalau ingin memajukan pertanian dan peternakan kita,” kata Erzaldi.
Lanjut Erzaldi, penyuluh juga harus terus mengasah dan meng-upgrade diri agar pengetahuan yang ia miliki terus bertambah dan bisa ditransfer kepada petani. Penyuluh juga harus memiliki daya percaya diri yang tinggi terutama untuk para penyuluh yang masih baru karena tidak menutup kemungkinan ketika kita ketemu petani, petani (justru) merasa dirinya lebih hebat karena (merasa) telah pengalaman,” tambah Erzaldi.
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman juga tak henti-hentinya memotivasi Penyuluh dan Peneliti Pertanian di Babel. Dirinya mengatakan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) Babel merupakan salah satu potret keberhasilan kinerja Peneliti dan Penyuluh di Bangka Belitung.
"NTP bulan Maret 2021 kita tercatat sebesar 121,89. Ini naik sebesar 3,93 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 117,28. Begitu juga harga beberapa komoditi utama kita seperti lada dan karet mengalami kenaikan. Harga lada kita saat ini saja sudah Rp.95.000, "ujar Gubernur Erzaldi saat membuka kegiatan Temu Tugas Peneliti dan Penyuluh Mengenai Akselerasi Hilirisasi Inovasi Teknologi Balitbangtan di Hotel Soll Marina, Selasa (4/5/2021).
Tidak hanya itu, saat ini di Babel tidak lagi yang mengalami kerawanan pangan. Karena produksi padi kita sudah mampu memenuhi 49 persen kebutuhan beras di Bangka Belitung.


"Ini artinya penyuluh kita sudah mampu berkolaborasi dengan petani kita. Jadi saya minta penyuluh kita ini jangan minder. Kalian punya peran penting untuk mentransfer ilmu bagi para petani kita. Pekerjaan kalian ini sangat mulia," pesan gubernur menyemangati peserta yang hadir.
Dari 3 narasumber yang dihadirkan dalam “Temu Tugas” ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini menghasilkan beberapa butir penting hasil temu tugas peneliti penyuluh antara lain sebagai berikut : (1). Diharapkan kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahun untuk meningkatkan kapasitas peneliti penyuluh, guna percepatan hilirisasi teknologi dapat termanfaatkan oleh pengguna, (2). Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi e-pangan dan drone harus dapat dikuasai oleh penyuluh. Penyuluh juga harus memiliki kemampuan agar petani bisa menjadi marketing dan senantiasa mengupdate ilmu mulai dari proses hulu ke hilir serta peningkatan kemampuan penyuluh mengenai inovasi kelembagaan juga akan sangat penting sehingga terwujudnya kesejahteraan petani. Penyuluh harus menjadi pionir dan garda terdepan agar terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, modern, (3). Peneliti dan Penyuluh diharapkan dapat selalu bekerja berdampingan sehingga ilmunya dapat lebih termanfaatkan, (4). Strategi pemerintah dengan cara (a) meningkatkan produksi dan pengelolaan hasil pertanian, perkebunan dan peternakan, (b) pengembangan kawasan berbasis pertanian, perkebunan dan peternakan, (c) meningkatkan pengendalian terhadap wilayah pertanian berkelanjutan, (d) meningkatkan jumlah kelompok / pelaku usaha yang menerapkan mutu, daya saing dan nilai tambah hasil pertanian dan meningkatkan nilai tukar petani, (5). Hilirisasi inovasi pertanian (HIT) tidak lepas dari peran peneliti dan penyuluh yang terdiri atas komponen (a) pendampingan teknologi, (b) diseminasi (c) sistem informasi (d) inovasi kelembagaan (e) hilirisasi dan tataniaga (f) regulasi SDM, infrastruktur dan alsintan, (7). Dengan adanya paradigma baru penyuluh pertanian yang semakin luas diharapkan dapat memberikan pendampingan yang optimal bagi petani, (8). Keberhasilan program penyuluhan pertanian dapat tercapai apabila didukung oleh para penyuluh pertanian yang professional, kreatif, inovatif, kredibel dan berwawasan global dalam bidang penyuluhan dan agribisnis, (9). Di-era industri 4.0 penyuluh harus inovatif dan eksplorer, interaksi dengan media sosial, fleksibel, gadget minded, rasa ingin tahunya tinggi dan peka terhadap perubahan, (10). Yang harus dilakuan peneliti-penyuluh adalah (a) sinergi bersama penyuluh daerah (kabupaten BPP) dalam hal support teknologi, model usaha tani, poktan dan gapoktan (b) membangun strategi model usaha tani potensi daerah berorientasi pasar dan berkelanjutan (c) melakukan diseminasi hasil penelitian Balitbangtan sekaligus pendampingan teknologinya, dan (11). Percepatan diseminasi dengan memanfaatkan TIK berbasis IOT
#InovasiTiadaHenti
#PertanianMajuMandiriModern
#BabelSejahtera