JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Gubernur Babel Dorong Optimalisasi Lahan Melalui Intercropping Berbasis Inovasi Teknologi

 
Dalam rangka peningkatan pendapatan petani, khusunya berbasis tanaman perkebunan Koperasi Lada Bangka Belitung melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus penyerahan berbagai bibit tanaman yang akan digunakan sebagai tanaman sela baik itu diantara tanaman lada maupun tanaman kelapa sawit.
 
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Gadung Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan (040621) dihadiri oleh Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman. Turut Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung Juaidi, Kepala BPTP Babel Suharyanto, Kacab Bank Sumsel Babel Toboali, Camat Toboali, Kades Gadung, Penyuluh Pertanian, Ketua Koperasi Lada Babel, serta petani Desa Gadung dan Desa Rindik.
Dalam arahannya Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan sangat mengapresiasi kegiatan yang digagas koperasi lada dengan menghadirkan berbagai stakeholder dalam upaya meningkatkan pendapatan petani. Koperasi sebagai wadah ekonomi kerakyatan siap menyediakan sarana produksi sekaligus sebagai offtaker hasil pertanian. Gubernur juga mendorong upaya pemanfaatan lahan melalui kegiatan tumpangsari dengan tidak terfokus pada satu komoditas, dengan harapan apabila terjadi fluktuasi harga ada, komoditas lain yang masih bisa menopangnya. Dengan menanam lebih dari satu komoditi nilai tambah petani kita meningkat, karena hal seperti ini sudah di coba di beberapa tempat, untuk itu program ini terus di lakukan sosialisasi terus kepada petani, "pangkasnya.
 
Lebih lanjut Erzaldi juga menekankan pada kolaborasi usaha, baik itu dengan perbankan ataupun koperasi lada guna penyedian input produksi. Selain itu juga kesesuaian tanaman yang akan ditumpangsarikan dengan tanaman utamanya seperti kopi, kacang tanah, kedelai, jahe merah, pisang dan komoditas lainnya yang tidak saling mengganggu.
 
Kepala BPTP Babel, Suharyanto dalam sambutannya juga mendukung penuh optimalisasi lahan berbasis tanaman perkebunan. "Intercropping atau tumpangsari, merupakan upaya mengoptimalkan lahan dengan menanam berbagai tanaman dalam lahan dan waktu yang bersamaan". Lebih lanjut Suharyanto menekankan bahwa yang terpenting dalam tumpangsari adalah bagaimana mengatur sistem tanam, jarak antar tanaman dan kesesuaian antar komoditas, sehingga tidak terjadi kompetisi tanaman baik hara maupun cahaya, selain hama penyakit tentunya. Lebih lanjut Suharyanto juga menekankan kesesuaian tanaman, untuk tanaman pangan Badan Litbang Pertanian melepas berbagai varietas unggul adaptif terhadap naungan seperti padi, kedelai dan jagung yang dapat ditumpangsarikan baik untuk lada maupun kelapa sawit yang belum menghasilkan (TBM).
 
Kepala Dinas Pertanian dan Ketananan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Juaidi dalam sambutannya juga mendukung penuh upaya optimalisasi lahan guna peningkatan pe dapatan petani dan siap mengalokasikan saprodi bagi petani sesuai dengan kebutuhan dan tentunya dengan alokasi anggaran yang tersedia. Juaidi juga berharap kelompok-kelompok tani yang sudah terbentuk untuk meningkatkan soliditas, dinamika dan sinergi degan berbagai stakeholder termasuk halnya Koperasi Lada Babel. H Syukri, selaku ketua koperasi lada Babel juga berharap para petani yang belum masuk koperasi untuk segera mendaftar, karena dengan banyaknya anggota disitulah koperasi dapat menjadi besar. "Dengan bergabung dengan koperasi, program pertanian dari pemerintah dapat disinergikan dan dikembangkan oleh anggotanya," tutupnya. Diakhir kegiatan Gubernur Babel Erzaldi juga menyerahkan secara simbolis sarana pendukung produksi pertanian termasuk bibit tanaman kopi robusta propeligtin, kacang tanah varietas hypoma dan pisang hasil kultur jaringan serta melakukan penanaman kopi diantara lada pada lahan milik H Dahri, Desa Gadung Toboali Bangka Selatan.