JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Gubernur Tinjau Model Penngelolaan Lahan Eks Tambang di IP2TP Gantung Babel

Gantung - Beltim (060721) Ditengah membaiknya harga timah saat ini, menjadi dilematis antara upaya rehabilitasi lahan pasca tambang dan meningkatnya lahan-lahan terdegradasi setelah explorasi timah yang terus menerus. Tentunya hal ini manjadi tantangan tersendiri yang butuh daya upaya semua pihak untuk merehabilitasinya. Disela-sela kunjungan kerja Gubernur Babel Erzaldi Roman ke Pulau Belitung, menyempatkan diri untuk meninjau model pengelolaan lahan eks tambang di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi (IP2TP) milik BPTP Babel. Gubernur yang hadir di tengah-tengah peserta Bimtek Teknologi Budidaya Aneka Kacang di Lahan Pasca Tambang dan mengapresiasi para petani yang masih tetap konsisten mengelola lahan usahataninya. Dalam arahannya Erzaldi menegaskan kembali untuk tidak mengalihfungsikan lahannya selain untuk tanaman pangan. Pemerintah provinsi siap memberikan bantuan perluasan tanam kedelai pada tahun ini, termasuk bantuan pengelolaan sarana pengolahan pupuk organik (UPPO), asal serius dikerjakan" ucapnya. Lebih lanjut Erzaldi juga mengajak para petani peserta bimtek untuk tetap "menanam kacang-kacangan yang jelas kualitasnya, jangan asal tanam, sehingga produksinya bisa maksimal" pungkasnya.
 
Pemerintah Provinsi, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta BPTP harus menjadi lini terdepan dalam mendampingi petani, dan petani juga jangan sungkan untuk bertanya untuk mendapatkan inovasi teknologi, silahkan manfaatkan sumber informasi di IP2TP ini, mengakhiri diskusi bersama peserta bimtek. Pada kesempatan ini Erzaldi juga menyerahkan benih jagung Balitbangtan Nasa 29 dan JH 29 kepada petani, yang merupakan jagung bertongkol ganda. Saat peninjauan ke lahan eks tambang Erzaldi juga melakukan penanaman perdana kopi robusta di lahan eks tambang di IP2TP Gantung. "Tahun ini Insyaa Allah kita akan mengalokasikan pengembangan kopi di empat klaster di Babel, salah satunya di Belitung Timur, papar Erzaldi. Hal ini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan kopi di Babel dan tentunya sebagai alternatif komoditas yang dapat ditanam disela tanaman lainnya, sehingga pendapatan petani juga meningkat, pungkasnya.
Dedi, petani dari Danau Nujau peserta bimtek dihadapan Gubernur mengungkapkan harapannya untuk pelatihan semcam ini supaya bisa berkelanjutan. "Kami ada lahan kadang kami bingung tanaman apa yang cocok, apalagi saat musim kering, namun hari ini saya banyak mendapat pengetahuan baru, ungkapnya.
 
Kepala BPTP Babel, Suharyanto mengungkapkan bahwa tidak ada yang mustahil untuk mengelola lahan-lahan bekas tambang, yang penting ada keseriusan, tepat teknologi dan komoditasnya. Manfaatkan bahan organik yang ada disekitar lingkungan, salah satunya pemanfaatkan tankos sawit yang dikombinasikan dengan pupuk kandang sebagai bahan organik. Lahan-lahan eks tambang miskin akan unsur hara, sehingga penambahan pupuk organik merupakan hal mutlak untuk diberikan.
Selain itu pemilihan jenis tanaman seperti leguminosa/kacang-kacangan sangat cocok untuk memperbaiki tekstur tanah dan peningkatan unsur hara khususnya N, melalui fiksasi nitrogen. "Beberapa VUB aneka kacang seperti kedelai Detap, Derap, Devon, Grobogan, kacang hijau Vima 1 dan Vima 4 serta kacang tanah varietas hypoma dan tuban saat ini menunjukkan keragaan yang cukup baik di lahan eks tambang", pungkasnya.
Hadir pada Bimtek tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Babel, Kepala Dinas Sosial dan PMD Babel, Kepala Dinas Pertanian Beltim, Kepala Balai Karantina Kelas II A Pangkalpinang, Camat Gantung, Kapolsek dan Danramil Gatung, Penyuluh Kab Beltim, Kelompok tani dan undangan lainnya.