JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tampilan 5 VUB Padi Pada Lahan Sawah Bukaan Baru

 
Toboali - Senin, 4 Oktober 2021 Peneliti dan Penyuluh BPTP BABEL melakukan kegiatan monitoring serta pengambilan data pertumbuhan dan intensitas serangan OPT pada kegiatan demfarm hilirisasi inovasi teknologi 5 VUB padi pada sawah bukaan baru sekitar Bendung Mentukul, di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. 5 VUB padi yang digunakan varietas Inpari 30, 32,36, 37 dan 43 dengan total luasan demfarm 5 ha yang terbagi atas 20 petakan. Pola tanaman yang digunakan terdiri atas jarwo 4:1 dan hambur. 4 varietas diantaranya telah memasuki fase generatif akan sedangkan Inpari 37 masih di fase vegetatif.
 
Kendala utama yang terlihat di lapang adalah tingginya intensitas penyakit blas disebabkan oleh jamur Pylicularia grisea. Jamur ini dapat menginfeksi mulai dari fase pembibitan sampai pada fase generatif. Tanaman yang terserang penyakit blas menunjukkan gejala bercak coklat berbentuk belah ketupat (bagian ujung runcing) pada daun tanaman padi. Pada fase pertumbuhan generatif tanaman padi, gejala penyakit blas berkembang pada tangkai/leher malai disebut blas leher. Perkembangan parah penyakit blas leher infeksinya dapat mencapai bagian gabah dan patogennya dapat terbawa gabah sebagai patogen tular benih (seed borne).
 
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan penyakit blas seperti tanah, pengairan, kelembaban, suhu, pupuk dan ketahanan varietas. Upaya untuk mengendalikan penyakit blas melalui pengelolaan komponen epidemi secara terpadu mempunyai peluang keberhasilan tinggi seperti penggunaan benih sehat dan bersertifikat, tahan penyakit dan perlakuan benih seperti melakukan perendaman dengan fungisisa selama 24 jam sebelum tanam, pengaturan jarak tanam, pemupukan yang berimbang, penyemprotan fungisida sesuai dengan aturannya.