JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

MONITORING PANEN WILAYAH BANGKA BELITUNG

Turun kelapangan bersama Penyuluh untuk mendapatkan data panen dan kendala lapangan (saat panen, produksi, produktivitas,pasca panen hingga orientasi panen serta serangan OPT).
Daerah yg masih ada panen meliputi ; Bangka Barat ( Sawah Kamat, Buyan Kelumbi, Tebing, Air Bulin, Kel Kelapa) ; Bangka (Sawah Kimak, Mendo Barat, Tanah Bawah, Banyu Asin) ; Bangka Tengah (Sawah Namang, Belilik, Kerakas, Sei Selan) ; Bangka Selatan (Sawah Balai Benih dan SP.A) ; Belitung (Sawah Air Saga, Tj Rusa, SP. Rusa, Batu Itam). Beltim (Sawah Selingsing).

Gubernur Tinjau Model Penngelolaan Lahan Eks Tambang di IP2TP Gantung Babel

Gantung - Beltim (060721) Ditengah membaiknya harga timah saat ini, menjadi dilematis antara upaya rehabilitasi lahan pasca tambang dan meningkatnya lahan-lahan terdegradasi setelah explorasi timah yang terus menerus. Tentunya hal ini manjadi tantangan tersendiri yang butuh daya upaya semua pihak untuk merehabilitasinya. Disela-sela kunjungan kerja Gubernur Babel Erzaldi Roman ke Pulau Belitung, menyempatkan diri untuk meninjau model pengelolaan lahan eks tambang di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi (IP2TP) milik BPTP Babel. Gubernur yang hadir di tengah-tengah peserta Bimtek Teknologi Budidaya Aneka Kacang di Lahan Pasca Tambang dan mengapresiasi para petani yang masih tetap konsisten mengelola lahan usahataninya. Dalam arahannya Erzaldi menegaskan kembali untuk tidak mengalihfungsikan lahannya selain untuk tanaman pangan. Pemerintah provinsi siap memberikan bantuan perluasan tanam kedelai pada tahun ini, termasuk bantuan pengelolaan sarana pengolahan pupuk organik (UPPO), asal serius dikerjakan" ucapnya. Lebih lanjut Erzaldi juga mengajak para petani peserta bimtek untuk tetap "menanam kacang-kacangan yang jelas kualitasnya, jangan asal tanam, sehingga produksinya bisa maksimal" pungkasnya.
 
Pemerintah Provinsi, melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta BPTP harus menjadi lini terdepan dalam mendampingi petani, dan petani juga jangan sungkan untuk bertanya untuk mendapatkan inovasi teknologi, silahkan manfaatkan sumber informasi di IP2TP ini, mengakhiri diskusi bersama peserta bimtek. Pada kesempatan ini Erzaldi juga menyerahkan benih jagung Balitbangtan Nasa 29 dan JH 29 kepada petani, yang merupakan jagung bertongkol ganda. Saat peninjauan ke lahan eks tambang Erzaldi juga melakukan penanaman perdana kopi robusta di lahan eks tambang di IP2TP Gantung. "Tahun ini Insyaa Allah kita akan mengalokasikan pengembangan kopi di empat klaster di Babel, salah satunya di Belitung Timur, papar Erzaldi. Hal ini sebagai upaya pemenuhan kebutuhan kopi di Babel dan tentunya sebagai alternatif komoditas yang dapat ditanam disela tanaman lainnya, sehingga pendapatan petani juga meningkat, pungkasnya.
Dedi, petani dari Danau Nujau peserta bimtek dihadapan Gubernur mengungkapkan harapannya untuk pelatihan semcam ini supaya bisa berkelanjutan. "Kami ada lahan kadang kami bingung tanaman apa yang cocok, apalagi saat musim kering, namun hari ini saya banyak mendapat pengetahuan baru, ungkapnya.
 
Kepala BPTP Babel, Suharyanto mengungkapkan bahwa tidak ada yang mustahil untuk mengelola lahan-lahan bekas tambang, yang penting ada keseriusan, tepat teknologi dan komoditasnya. Manfaatkan bahan organik yang ada disekitar lingkungan, salah satunya pemanfaatkan tankos sawit yang dikombinasikan dengan pupuk kandang sebagai bahan organik. Lahan-lahan eks tambang miskin akan unsur hara, sehingga penambahan pupuk organik merupakan hal mutlak untuk diberikan.
Selain itu pemilihan jenis tanaman seperti leguminosa/kacang-kacangan sangat cocok untuk memperbaiki tekstur tanah dan peningkatan unsur hara khususnya N, melalui fiksasi nitrogen. "Beberapa VUB aneka kacang seperti kedelai Detap, Derap, Devon, Grobogan, kacang hijau Vima 1 dan Vima 4 serta kacang tanah varietas hypoma dan tuban saat ini menunjukkan keragaan yang cukup baik di lahan eks tambang", pungkasnya.
Hadir pada Bimtek tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Babel, Kepala Dinas Sosial dan PMD Babel, Kepala Dinas Pertanian Beltim, Kepala Balai Karantina Kelas II A Pangkalpinang, Camat Gantung, Kapolsek dan Danramil Gatung, Penyuluh Kab Beltim, Kelompok tani dan undangan lainnya.

PERTEMUAN KORDINASI DAN KONSULTASI PEMBANGUNAN PERKEBUNAN PROVINSI BABEL TA. 2021 - 2024

 
BELITUNG - Kementerian Pertanian serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung lakukan pertemuan konsultasi dan kordinasi bidang perkebunan guna mendukung pembangunan bidang program di Provinsi Babel (2020 - 2024). Kegiatan ini dilaksanakan hari ini (05/07/21) di Shantika Hotel Belitung. Adapun tujuan dilakukan pertemuan ini dalam rangka : (1). Menyamakan persepsi antar program Kementan, Provinsi dan Kabupaten/Kota, (2). Identifikasi masalah dan mencari solusi dan kebijakan, (3). Duskusi masalah dan tantangan terkait pengembangan perbebunan rakyat, dan (4). Menyelaraskan program dan sinergi pembangunan perkebunan di Babel.
 
Kegiatan pertemuan kordinasi dan konsultasi pembangunan perkebunan ini juga dihadiri oleh Gubernur Babel Erzaldi Rosman, Ditjenbun Kementan, Kepala BPTP Babel, Kepala Karantina Pertanian Kelas II Pangkalpinang, Perwakilan BI Babel, BPS Bavel, Kepala Station Klimatologi Koba, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Prov. Babel, Staf Ahli Bupati Belitung, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan se Babel, Ketua BP3L, dan Ketua Koperasi Lada Babel.
Dalam sambutannya Gubernur Babel Erzaldi Rosman menyampaikan bahwa pembanguan perkebunan di Babel diperlukan strategis yang tepat, dukungan perbenihan, berorientasi ekspor dan pemilihan komoditas yang cocok serta harus sudah ada off-takernya. Ujar Gubernur Babel. Komoditas tersebut antara lain : jambu mete, jahe merah, serai wanggi, kopi dan lada.
 
Khusus untuk pengembangan kopi Gubernur minta agar dicermati betul terkait dengan indikator lahan serta jenis kopi yang akan dikembangkan sehingga mutu, produksi, produktivitas, daya saingnya meningkat serta dapat menembus pasar ekspor.
Selanjutnya paparan dari para narasumber antara lain dari Perwakilan BI Babel, BPS Babel, BPTP Babel dan Karantina Kelas II A Pangkalpinang. Paparan dari BPS Babel menyampaikan bahwa sektor pertanian di Babel khususnya bidang perkebunan masih menujukan nilai positif PDRB nya mengalami lonjakan melampaui NTP rata-rata. Laporan 1 juli 2021 nilai NTP sebesar 121% ini menunjukan ada peningkatan kesejahteraan petani. Namun demikian peningkatan nilai NTP ini masih didominasi oleh komoditas kelapa sawit.
 
Kepala BPTP Babel Dr. Suharyanto menyampaikan tentang pentingnya inovasi teknologi dalam pembangunan perkebunan di Babel dan harus berbasis kawasan, dikelola hulu-hilir, verorientasi nilai tambah dan berorientasi ekspor.
Agar pengembangan komoditas dibebel dapat menembus pasar ekspor maka teknologinya harus sesuai dengan GAP, GHP termasuk brending produk serta rantai pasoknya terjamin dan promosi terus digencarkan. Ujar Suharyanto dalam paparannya.
Sedangkan dari Kepala Karantina Kelas II A Pangkalpinang menyampaikan peluang ekspor dari Babel masih cukup tinggi selain komoditas pertanian seperti lada, sawit dan produk turunannya, tepung tapioka, lidi nipah, karet, manggis, dan durian.
Selain itu ada juga ada komoditas lain yang cukup prospektif yaitu sarang burung walet. Nilai ekspor sarang burung walet dari Bebel pertahun mencapai sekitar 26 ton/tahun dimana 7 ton dari pulau Belitung dan 20 ton berasal dari Pulau Bangka. Namun demikian ekspor ini masih via Jakarta sehingga harganya baru mencapai 10 - 15 juta/kg. Kalo ekspor sarang burung walet ini dapat dilakukan via Babel harganya dapat mencapai 30 - 40 juta/kg. Ujar Kepala Karantina Kelas II A Pangkalpinang. Namun demikian masih harus dipenuhi persyaratan ekspornya.
 
Gubernur Babel Erzaldi Rosman berharap agar sarang burung walet ini dapat diekspor dari Babel langsung sehingga dapat meningkatkan pendapatan petani dan PAD.
Paparan terakhir disampaikan oleh Ditjenbun Kementan, dimana Kementerian pertanian masih memberikan suprot dan dukungan logistik benih untuk pengembangan kawasan perkebunan, berbasis korporasi serta dukungan anggaran melalui KUR.
Kegiatan selanjutnya dilajukan tanya jawab dan diskusi dan pada siang hingga sore dilakukan pendalaman dan evaluasi dengan Bidang perkebunan Kabupaten/Kota.

Melalui Bimtek BPTP Babel Deraskan Inovasi Teknologi VUB Aneka Kacang di Lahan Pasca Tambang Belitung Timur

Gantung - Beltim (060721) BPTP Babel melakukan Bimbingan Teknis Inovasi Teknologi VUB Aneka Kacang (Kacang Kedelai, Kacang Tanah, dan Kacang Hijau) kepada masyarakat tani di sekitar IP2TP Gantung milik BPTP Babel. Peserta Bimtek 100 orang yang meliputi petani dan penyuluh dan dinas pertanian dan pangan Kabupaten Belitung Timur. Kegiatan ini dikakukan dalam upaya memberikan solusi percepatan reklamasi lahan pasca tambang di Kabupaten Belitung Timur. Upaya serta ajakan rehabilitasi lahan pasca tambang ini tentunya tidak mudah karena ditengah membaiknya harga timah saat ini, menjadi dilematis antara upaya rehabilitasi lahan pasca tambang dan meningkatnya lahan-lahan terdegradasi setelah explorasi timah yang terus menerus. Tentunya hal ini manjadi tantangan tersendiri yang butuh daya upaya semua pihak untuk merehabilitasinya. Narasumber yang dihadirkan adalah peneliti dari BPTP Babel sendiri yang menyampaikan materi tentang teknologi pengelolaan lahan pasca tambang dengan tanaman Aneka Kacang serta pengendalian OPT. Varietas Unggul Baru (VUB) yang diseminasikan atau ditanam pada lahan pasca tambang pasir kuarsa di IP2TP Gantung adalah ; Kedelai varietas Grobongan, Derap 1, Detap 1, dan Devon, Kacang tanah varietas Hypoma, dan Kacang Hijau Vima 4. Diseminasi Aneka Kacang Derap 1, memiliki keunggulan toleran hama pengisap polong, rata-rata potensi hasil cukup tinggi 2,8 t/ha serta umur genjah 78 hst panen. Detap 1, memiliki keunggulan tahan pecap polong, potensi hasil tinggi 2, 7 ton/1 serta dapat memperlambat masa panen hingga 10 hari. Devon 1 merupakan unggul kedelai yg memiliki potensi hasil 3,09 t/ha. Keunggulan lain dari varietas Devon adalah ketahanan penyakit karat daun dan agak tahan hama pengisap polong. Selain itu varietas ini juga mengandung isoflamin untuk mencegah penyakit kunker dan oseteoporosis. Khusus untuk lahan kering masam Balitbangtan juga telah melepas varietas kedelai Demas 1 dan Demas 2 dan Demas 3 yang khusus dirancang untuk lahan kering masam. Sedangkan untuk kacang tanah dan kacang hijau yang ditanam di IP2TP Gantung milik BPTP Babel adalah varietas kacang tanah Hypoma dan Vima 4. Kacang tanah Hipoma memiliki keunggulan umur genjah umur 91 hst panen, potensi hasil tinggi 1,7 - 4,6 t/ha polong kering, serta tahan penyakit bercak daun. Sedangkan kacang hijau Vima 4 memiliki ukuran biji besar, tahan penyakit trips, embun tepung, umur genjah 56 hst panen dan potensi hasil dapat mrncapai 2,3 t/ha. papar Ahmadi selaku narasumber. Dedi salah satu peserta bimtek dari Danau Nujau sangat antusias dan membrondong narasumber dengan bebera pertanyaan mulai dari teknologi pengelolaan lahan, varietas yang sesuai, pitensi hasil dilahan pasca tamvang, kisaran harga panen, peluang pasar, hingga untung rugi bagi petani serta pendampingan. Harapan Dedi agar untuk pelatihan semcam ini supaya bisa berkelanjutan. Karena dengan adanya pelatihan seperti ini saya banyak mendapat pengetahuan baru, ungkapnya. Disela-sela kunjungan kerja Gubernur Babel Erzaldi Roman ke Pulau Belitung, juga berkesempatan menyapa peserta bimtek serta meninjau model pengelolaan lahan pasca tambang di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi (IP2TP) milik BPTP Babel. Diahkir sambutannya Gubernur Babel juga memberikan Doorprice kepada peserta Bimtek yang dapat menjawab pertanyaannya berupa benih jagung NASA 29 dan JH 29 masing - masing 5 kg. Untuk mendukung percepatan rehabilitasi pengelolaan lahan pasca tambang Pemerintah provinsi siap memberikan bantuan perluasan tanam kedelai pada tahun ini, termasuk bantuan pengelolaan sarana pengolahan pupuk organik (UPPO), asal serius dikerjakan" ucapnya. Hadir pada Bimtek tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Babel, Kepala Dinas Sosial dan PMD Babel, Kepala Dinas Pertanian Beltim, Kepala Balai Karantina Kelas II A Pangkalpinang, Camat Gantung, Kapolsek dan Danramil Gatung, Penyuluh Kab Beltim, Kelompok tani dan undangan lainnya.

BPTP Babel Introduksi VUB Jagung Tongkol 2 dengan Sistem Tanam Zigzag dan Jarwo di Bangka Selatan

 
Kebutuhan jagung pipil di Bangka Belitung setiap tahun menunjukkan trend yang terus meningkat, hal ini sejalan dengan meningkatnya populasi ternak khususnya unggas yang digunakan sebagai pakan ternak. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut hingga saat ini Babel masih mendatangkan dari luar provinsi, hal ini dikarenakan beberapa permasalahan antara lain luas areal tanam, rendahnya produktivitas, sistem budidaya yang belum optimal serta tipologi lahan yang didominasi oleh lahan kering masam. Berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah antara lain melalui upaya ekstensifikasi/perluasan areal tanam maupun intensifikasi.
 
Salah satu upaya yang dilakukan oleh BPTP Babel adalah untuk mengatasi berbagai permasalahan jagung, budidaya jagung pada lahan kering masam yang dimplementasikan melalui kegiatan bimtek dan demplot teknologi budidaya jagung pada lahan kering masam. Kegiatan bimtek dilaksakan di lahan gapoktan Jaya Terus, Desa Sumberjaya Permai, Kecamatan Pulau Besar, Bangka Selatan (290621). Turut hadir pada acara tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Babel yang dihadiri oleh Kabid Penyuluhan, Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Bangka Selatan, Balai Wilayah Sungai Babel, Camat Pulau Besar, KaPolsek Payung, Koramil Payung, Peneliti-Penyuluh BPTP Babel, BPP Pulau Besar, Kades Sumber Jaya Permai dan perwakilan poktan dari gapoktan Jaya Terus. Kegiatan ini tentunya dilakukan dengan tetap mngedepankan protokol kesehatan covid-19.
 
Dalam sambutannya Kadis Pertanian Bangka Selatan Suhadi, mengapresiasi upaya BPTP Babel dalam mengedukasi petani jagung di Bangka Selatan, yang tidak hanya melalui teori namun juga praktek melalui petani koperator diikuti dengan demplot teknologi budidaya jagung pada lahan kering masam seluas 3 hektar, dengan harapan dapat menyerap langsung penerapan teknologi dari lapangan. Suhadi juga berharap kegiatan yang sifatnya mengedukasi teknologi kepada petani dapat diperluas jangkauan dengan multi komoditi yang potensial di Bangka Selatan.
 
Kepala BPTP Babel, Suharyanto dalam arahannya menyatakan bahwa potensi lahan kering masam di Bangka Selatan masih cukup luas yang dapat dipotimalkan melalui pendekatan teknologi. "Pemilihan varietas dan perbaikan sistem tanam menjadi titik ungkit peningkatan produktivitas selain keseimbangan nutrisi tanaman", papar Suharyanto. Untuk itu kita akan introduksikan 3 varietas jagung hibrida adaptif lahan kering masam dengan potensi hasil diatas 10 t/Ha antara lain JH 29, JH 37 dan Nasa 29 (Nakula Sadewa) yang merupakan jagung bertongkol ganda dalam skala demplot. Untuk meningkatkan populasi tanaman akan diimplementasikan perbaikan sistem tanam, Jarwo (jajar legowo) dan zig zag, dengan harapan akan meningkatkan populasi tanaman per satuan luas. Optimalisasi lahan juga kita terapkan sistem tanam Turiman (Tumpangsari Tanaman) jagung dengan 4 varietas VUB kedelai Balitbangtan (Grobogan, Detap, Derap dan Devon). "Pada intinya kita ingin meningkatkan produksi dan pendapatan petani jagung melalui penerapan teknologi yang efisien", pungkas Suharyanto mengakhiri laporannya.
 
Maryono, selaku Ketua Gapoktan Jaya Terus mngungkapkan terimakasih kepada BPTP Babel yang telah memilihnya sebagai lokasi bimtek sekaligus demplot jagung. Selama ini kami hanya mengetahui jenis tanaman jagung itu-itu saja, baru tahu sekarang ada yang bertongkol dua. "Termasuk juga bagaimana caranya meningkatkan jumlah tanaman jagung per hektar dan pengendalian hama penyakit yang benar", ungkap Maryono.
Mengakhiri kegiatan bimtek juga dilakukan penanaman perdana demplot teknologi budidaya jagung hibrida pada lahan kering masam, dilahan petani koperator.