JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Laju Pertumbuhan dan Rendemen Awal Nilam di Berbagai Media Tanam Asal Lahan Pasca Penambangan Timah

Salah satu dampak aktivitas Tambang Inkonvensional (TI) rakyat adalah semakin meluasnya lahan kritis di Pulau Bangka. Pemanfaatan lahan kritis pasca tambang pada prinsipnya harus bersifat produktif dan ekonomis, yaitu mengarah pada peningkatan kesuburan tanah dan diusahakannya jenis tanaman yang bernilai ekonomi. Nilam (Pogostemon cablin) merupakan kelompok tanaman industri yang diharapkan bisa tumbuh dan berproduksi pada kondisi tanah berpasir. Penelitian laju pertumbuhan dan rendemen awal nilam yang ditanam di berbagai media asal lahan pasca penambangan timah, telah dilakukan di Kebun Percobaan PT. Koba Tin Bangka Tengah. Perlakuan yang diuji yaitu komposisi media tumbuh yang terdiri atas tanah asal lahan pasca penambangan timah ditambah amelioran kompos dan overburden dengan delapan perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perlakukan penambahan amelioran berpengaruh terhadap laju pertumbuhan nilam dibandingkan dengan perlakuan hanya overburden saja dan tanpa penambahan amelioran (kontrol). Perlakuan 50% tailing + 0% overburden +  50% kompos, menunjukkan  rerata  hasil  tertinggi pada semua peubah laju pertumbuhan  nilam dari  umur 30 HST sampai 90 HST, namun menunjukkan hasil terendah pada  kadar minyak nilam. Produktivitas awal minyak  atsiri nilam tertinggi ditunjukkan oleh perlakuan  50% tailing + 30%  overburden +  20% kompos.

Kata kunci: Pogostemon cablin, laju pertumbuhan, minyak nilam