JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kajian Morfologi 7 Nenas Lokal Bangka di Media Tanam Tailing Pasir dengan Penambahan Jenis Bahan Organik

Usaha revegetasi lahan pasca tambang tidak hanya difokuskan untuk memperbaiki lahan kritis, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.  Nenas tergolong tanaman xerifit, CAM, berdaya adaptasi luas, dan mampu berproduksi di bawah 12 bulan, sehingga tepat untuk dijadikan tanaman revegetasi. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Program Studi Agroteknologi, Universitas Bangka Belitung, pada bulan Agustus 2007 sampai Januari 2008.  Penelitian mengunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial (7x3). Faktor pertama adalah tujuh jenis nenas (Toboali, Bukur, Peranak, Ambon, Guci, Bogor dan Belilik) dan faktor kedua adalah tiga jenis pupuk (limbah kelapa sawit 20 ton/ha, kotoran sapi 20 ton/ha dan tanpa pupuk). Nenas jenis Guci, Ambon, Peranak dan Bogor merupakan nenas yang mampu beradaptasi baik pada lahan tailing pasir ditunjukkan dengan peubah berat segar, tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih tinggi dibanding nenas Toboali, Bukur dan Belilik. Bahan organik yang lebih sesuai digunakan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman nenas pada lahan tailing pasir adalah limbah kelapa sawit. Secara morfologi nenas Guci menunjukkan kemampuan tumbuh lebih baik pada lahan tailing pasir.

Kata kunci: Nenas Bangka, morfologi, limbah sawit, tailing pasir