JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tinjauan Keragaan Tujuh Varietas Lada Pada Penerapan Teknologi Budidaya Lada Ramah Lingkungan Di Bangka Belitung

Teknologi Lada Ramah Lingkungan merupakan teknologi yang lebih menekankan pada efisiensi, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan penerapan teknologi ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lada. Tinjauan ini dilakukan untuk melihat varietas mana yang memberikan keragaan paling baik setelah dilakukan penerapan teknologi. Pengamatan dilakukan pada 2 lokasi pengembangan, yaitu Desa Kelapa dan Desa Cambai. Tujuh varietas yang digunakan di Desa Kelapa, yaitu Petaling 1, Lampung Daun Kecil RS, Petaling 2, Chunuk RS, Natar 1 dan 2 varietas yang belum dirilis, yaitu Paniyur dan Merapin. Sedangkan di Desa Cambai, tujuh varietas yang digunakan adalah Lampung Daun Lebar, Lampung Daun Kecil RS, Petaling 2, Chunuk RS, Natar 1, Paniyur dan Merapin. Komponen-komponen yang dijadikan sebagai dasar pengamatan adalah komponen vegetatif dan komponen produksi. Dilihat dari komponen vegetatifnya, hasil tinjauan menunjukkan bahwa varietas Petaling-1 memberikan hasil paling tinggi  untuk lokasi pengembangan desa kelapa dan  untuk Desa Cambai yaitu varietas Lampung Daun Lebar (LDL). Hasil tinjauan juga menunjukkan bahwa dari tujuh varietas lada yang diamati komponen produksinya, masing-masing menunjukkan hasil yang sangat bervariasi baik di Desa Kelapa maupun Desa Cambai. Dari rata-rata produksi varietas Lampung Daun Kecil RS (LDK RS) menunjukkan produksi tertinggi pada produksi awal (306,80 gr/tanaman)  dan produksi kedua (680 gr/tanaman)  di lokasi pengembangan Desa Kelapa. Sedangkan untuk Desa Cambai, varietas Lampung Daun Lebar (LDL) menunjukkan produksi tertinggi pada panen awal (608,06 gr/tanaman)  dan pada panen kedua, produksi tertinggi ditunjukkan oleh varietas Lampung Daun Kecil RS (601,5 gr/tanaman). Penggunaan tiang panjat hidup pada pengkajian ini belum memperlihatkan pengaruh nyata terhadap produksi lada, begitu juga dengan penggunaan tanaman penutup tanah, namun dapat mengurangi frekuensi pemeliharaan tanaman. Penggunaan agen hayati dapat menekan serangan hama penyakit bila dibandingkan dengan pertanaman lada di sekitar lokasi pengembangan.

Kata kunci: varietas  lada, ramah lingkungan, agen hayati, tiang panjat hidup