Teknologi Budidaya Itik Master di KP. Batu Betumpang BPTP Bangka Belitung

Sobat tani untuk meningkatkan pendapatan petani padi sawah dan optimalisasi lahan serta tenaga kerja keluarga, maka itik merupakan jawabannya yang tepat untuk dapat diintegrasikan dengan padi sawah. Jika kita lihat populasi ternak itik di Provinsi Bangka Belitung terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016 jumlah ternak itik di Bangka Belitung sebesar 80.906 ekor dan meningkat menjadi 99.729 ekor pada tahun 2018. Hal ini menunjukan popularitas usaha ternak itik di Bangka Belitung semakin meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan meningkatnya permintaan telur dan daging itik. Peningkatan animo usaha ini perlu didukung dengan teknologi budidaya yang efisien dan tepat agar dapat memberikan pendapatan lebih kepada peternak seperti: 1) introduksi bibit yang unggul provitas tinggi, 2) perbaikan mutu dan jumlah pakan serta 3) perbaikan sistem pemeliharaan.

Untuk meningkatkan produktivitas itik lokal sekaligus menghasilkan bibit itik yang memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan Badan Litbang Kementerian Pertanian telah mengembangkan itik hibrida MA yang dikenal dengan itik Master. Itik ini merupakan persilangan itik lokal Mojosari (jantan) dengan Alabio (betina) yang memiliki produksi telur tinggi.Itik Master memiliki beberapa keunggulan diantaranya umur bertelur pertama yang lebih awal (22 minggu) sehingga masa bertelurnya pun lebih panjang, jantan dan betinanya lebih mudah dikenali, serta memiliki produksi telur per tahun yang tinggi hingga 265 butir atau sekitar 72,6%. Pemasaran telurnya pun cukup mudah, pembeli telur akan datang sendiri ke lokasi peternakanya atau jika tidak, telur dibuat telur asin guna meningkatkan masa simpan dan nilai ekonominya. Ternak itik juga memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap penyakit jika dibandingkan dengan unggas yang lain. Sehingga ternak itik juga dapat diintegrasikan dengan tanaman lain seperti padi sawah.

Selain itu ternak itik juga dapat meningkatkan pendapatan harian di KP. Batu Betumpang, disamping pendapat lain seperti tanaman jeruk yg saat ini juga memasuki musim panen, seperti halnya di daerah lain seperti Provinsi Bengkulu. Kegiatan optimalisasi KP ini juga di-Aamiinin oleh Bapak Sesba Dr. Ir. Haris Syahbudin, DEA pada saat melakukan kunjungan kerja di BPTP Babel minggu yang lalu bahwa optimalisasi kebun percobaan sangat penting ditengah Pandemi Covid ini sehingga dapat meningkatkan PNBP yang pada gilirannya juga nanti bisa ditarik lagi untuk pembiayaan Kebun Percobaan stau IP2TP.