Budidaya Melon Golden

Hampir tiap orang suka melon kuning “Golden” yang bertekstur daging renyah, cita rasa manis. Oleh karena itu budidaya melon Golden merupakan salah satu usahatani yang menjanjikan keuntungan, namun membutuhkan pengetahuan, ketelitian dan ketekunan. Dari banyak jenis melon, sebagian masyarakat memilih membudi-dayakan jenis melon Golden dibanding varietas tanaman melon berbuah hijau. Hal ini disebabkan oleh minat pasarnya yang besar dan harga jual melon Golden 2x lipat dari harga melon hijau, sehingga tidak heran bila petani lebih memilih peluang bisnis budidaya melon Golden untuk mendatangkan keuntungan.

Untuk membudidayakan Golden, perlu memperhatikan beberapa faktor utama yang bisa mempengaruhi kualitas hasil panen yang didapatkan. Misalnya kesuburan tanah, iklim, serangan hama penyakit, serta beberapa faktor lainnya yang harus diperhatikan para petani selama proses pemeliharaan berlangsung.

Syarat-syarat penting dalam budidaya melon

Faktor yang diperhatikan yaitu kondisi iklim dan media tanam. Suhu ideal tanaman melon yaitu 25-30°C, di ketinggian 300-900 mdpl dengan pancaran sinar matahari penuh dan curah hujan yang relatif rendah. Media tanam yang baik, tanah liat berpasir, tidak terlalu basah dengan unsur pH tanah 5,8-7,2 dan mengandung bahan organik seperti andosol, latasol, regosol, dan grumosol. Sebelum menyemai benih, rendam benih melon dalam 1 liter air hangat (suhu 20-25°C); ditambahkan 1 tutup POC selama 8-12 jam lalu diperam kurang lebih 48 jam. Bibit yang telah siap selanjutnya disemai dalam polybag, sedalam 1-1,5 cm.

Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke bawah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah dengan perbandingan 2:1. Lalu letakan kantong persemaian diletakkan berderet agar terkena sinar matahari penuh sejak terbit hingga tenggelam. Diberi perlindungan plastik transparan yang salah satu ujungnya terbuka.

Bibit melon yang berdaun 4-5 helai atau tanaman melon berusia 10-12 hari dipindahkan ke bedengan yang dilubangi sebelumnya. Bedengan jangan sampai kekurangan air. Kedalaman bedengan 30 cm, jarak antar tanam 60-80 cm. Panjang bedengan maks 12-15 m, tinggi 30-50 cm dan lebar bedengan 100-110 cm, dan setiap antar bedengan dijadikan sebagai parit dengan lebar sekitar 55-65cm.

Selama proses pemeliharaan, langkah2 yang perlu mulai menyulam setelah 3-5 hari setelah waktu tanam, melakukan penyiangan membersihkan rumput liar dan gulma yang tumbuh disekitar melon, menambahkan pupuk tiap 10 hari 1x, penyiraman bisa dilakukan tiap pagi, dan mulai memasang ajir (tinggi 150-200 cm) di sisi kanan kiri bedengan sebagai ruang tumbuh tanaman melon. Setelah ± 2 bulan, buah melon memasuki masa panen ideal. Potong tangkai buah dengan pisau, sisakan tangkai minimal 2 cm agar masa simpannya lebih lama. Lakukan proses pemanenan bertahap, dan utamakan buah benar2 siap panen. Lakukan penyortiran pada hasil panen, dan hindari cacat fisik pada buah karena akan mengurangi harga jual melon.

Prospek Menjanjikan

Dibanding melon hijau, jenis melon kuning atau melon golden memiliki harga jual lebih tinggi di pasaran. Diperkirakan saat ini harga jualnya bisa 2x lipat dari melon hijau. Tampilan kulit buahnya yang berwarna kuning mulus, dan dagingnya yang tebal, dengan rasa buah yang manis dan renyah, menjadikannya berdaya jual cukup tinggi.

Biasanya melon jenis ini dihargai Rp 10.000-Rp 15.000/buah di kios atau pasar tradisional, dan harganya bisa melambung tinggi hingga Rp 30.000,00/buah bila masuk ke supermarket atau pasar modern lainnya. Tidaklah heran bila keuntungan yang didapatkan para petani melon cukuplah besar.

Kendala yang akan dihadapi

Selain menjanjikan untung besar, melon termasuk salah satu buah semusim yang rumit perawatannya. Banyak pelaku usaha yang rela menelan kerugian cukup besar, karena tanaman melonnya terserang hama dan penyakit sehingga mengalami gagal panen atau tidak bisa berproduksi secara optimal. Jenis penyakit yang sering menyerang tanaman melon : Embun bulu atau penyakit layu fusarium dan layu bakteri. Biasanya, munculnya penyakit melon disebabkan kondisi cuaca yang sulit ditebak, tingkat kelembapan terlalu tinggi, serta proses pemukukan yang tidak berimbang dan drainase kurang baik.

Pemasaran

Biasanya para tengkulak atau eksportir buah melon menawarkan kerjasama dengan para petani di berbagi daerah untuk membeli hasil panen mereka dengan harga beli yang sama-sama menguntungkan kedua belah pihak.

Kunci sukses 

Dalam menjalankan bisnis budidaya melon, yang terpenting adalah pemilihan bibit berkualitas dan ketekunan serta ketelitian pelaku usaha melon dari mulai proses pembibitan berlangsung, penanaman, pemeliharaan, hingga masa panen. Dengan modal bibit dari varietas unggul dan ketekunan pelaku usaha dalam memelihara tanaman, tidak menutup kemungkinan bila hasil panen yang didapatkan bisa lebih optimal dan mendatangkan untung yang cukup besar bagi para pelakunya.

Analisa Ekonomi

Buah melon bisa dilakukan panen setelah umur 60 hari setelah tanam, kalau dalam 1 ha lahan ditanami 17.000 tanaman dan rata-rata buah mempunyai bobot buah 2 kg, berarti jumlah bobot  buah  melon dalam 1 hektar mencapai ± 30 ton/ha. Dengan demikian pendapatan petani dari penjualan melon tersebut sebagai berikut : Jumlah panen x harga jual = 30.000kg x Rp.6.000/kg = Rp.180.000.000, (Ahmadi.BPTP.Babel).