JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Nanas Tuatunu Salah Satu SDG Babel

Tuatunu adalah nama kampung yang ada di Kota Pangkalpinang, disebut demikian konon kampung ini adalah kampung yang tertua. Tuatunu terletak di Kecamatan Gerunggang dengan letak geografisnya di ujung Pangkalpinang. Komoditas pertanian yang paling popular di Tuatunu adalah komoditas nanas. Perkembangan Tanaman Nanas Tuatunu ini sudah meluas hingga saat ini banyak dikembangkan oleh masyarakat Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat Kabupaten Bangka.

Ukuran buah Nanas Tuatunu ini cukup besar dan rasanya yang sangat manis. Satu buah nanas bisa mencapai 3 kg. Teknologi budidaya yang digunakan oleh petani, biasanya petani setempat menggunakan bibit dari tunas nanas yang telah dipetik. Bibit yang telah ditanam membutuhkan waktu rata-rata 14 bulan mulai dari tanam hingga masa petik atau panen nanas. Untuk pupuknya selain pupuk organik juga dengan pupuk kimia. Jarak tanam yang digunakan oleh petani biasanya 60 x 40 cm, sedangkan pupuk yang digunakan biasanya pupuk Urea, dan pupuk NPK. Pemupukan dilakukan setiap 3 bulan sekali. Tanaman nanas mulai berbuah sekitar umur 10 bulan dengan diberi perangsang buah. Buah dapat dipanen setelah 3,5 - 4 bulan setelah diberi perangsang. Perangsang yang dipakai adalah air karbit ditambah sprint. Jika tidak diberi perangsang, nanas bisa dipetik pada umur 14-15 bulan.

Setelah memasuki masa panen, nanas Tuatunu ini biasanya dijual selain dijual lokal di Bangka, juga ke luar Pulau Bangka. Nanas yang dijual keluar Pulau Bangka biasanya diambil oleh pembeli partai besar dikirim ke Jakarta dengan kapal. Harga jual tergantung harga pasaran dan ukuran buah, untuk ukuran kecil di kebun Rp 2.000 – Rp 3.000. Untuk ukuran besar di kebun harganya Rp 5.000 – Rp 8.000, sedangkan di pasaran harganya Rp 10.000 – Rp 12.000.