LENGKIR SUMBER DAYA GENETIK SPESIFIK BABEL (PORANG LOKAL BABEL)

 
Lengkir (Tacca leontopetaloides) merupakan tanaman herba berumbi yang tumbuh di semak-semak sekitar bibir pantai yang ada di Provinsi Bangka Belitung Tanaman ini dapat ditemui hampir di semua kabupaten, namun pengelolaan secara agribisnis hanya sedikit antara lain oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Agrotirto Kabupaten Bangka Barat. Menurut Bapak Markus Saleh selaku Ketua KTH Agrotirto kegiatan pengolahan langkir sudah di mulai pada tahun 2012. Lebih lanjut disampaikan bahwa tepung lengkir dapat digunakan untuk berbagai jenis makanan seperti rentak sagu, klappertart, kastangel, cheesse stick, ongol-ongol, sengkulun, kue ranga, aneka mie, bolu dan roti. Pada dasarnya pemanfaatan lengkir sebagai sumber bahan pangan sudah dilakukan sejak zaman penjajahan.
 
Melihat potensinya yang luar biasa ini, Tim SDG BPTP Balitbangtan Babel yang di pimpin oleh Dr. Issukindarsyah, SP., M.Sc yang didampinggi oleh Penanggung Jawab SDG BPTP Balitbangtan Babel Tri Wahyuni, SP bersama Kabid TPH Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bangka Barat pada hari Selasa (23/02/21) melakuan karakterisasi tanaman lengkir di Pantai Tanjung Kalian Mentok Kabupaten Bangka Barat. Tanaman tumbuh tegak dengan tinggi 0,5 - 1,5 mtr. Tidak berkayu dan tidak bercabang, akar serabut, umbi berbentuk bulat dan melebar, kulit umbi tipis, dan halus. Pada umbi muda berwarna putih, yang tua berwarna abu-abu tua agak kecoklatan. Umbi tua disebut dengan empu/batang sedangkan umbi muda disebut dengan umbi buah/anak.
Ukuran umbi anak pada saat panen lebih besar dibandingkan dengan umbi empu. Ukuran umbi empu semakin kecil sejalan dengan umur tanaman yang berkebalikan dengan ukuran umbi anak. Hanya umbi anak yang dijadikan sebagai bahan pembuat tepung karena memiliki kadar HCN lebih rendah dibandingkan dengan umbi empu. Tanaman di panen berumur kurang lebih 6 bulan dengan rata-rata berat umbi anak sekitar 1 kg umbi dengan berat tepung yang diperoleh sekitar 250 - 300 gr. Daun berpelepah dan melekat pada batang bewarna hijau berbintik putih dan terkadang hijau atau ungu gelap. Bentuk daun bulat telur dan membentuk segi lima.
Bunga menyerupai payung dengan buah antara 20 sd 40 buah. Melekat pada tongkat batang, sedangkan benangsarinya berwarna hitam legam atau agak coklat menyerupai kumis singa. Warna buah hijau atau kuning. Biji berbentuk pipih bundar bewarna kuning kecoklatan dan dapat dijadikan bibit vegetatif. Rasa buah agak semu manis serta umbinya merupakan bahan pembuatan tepung yang cukup potensial untuk dikembangkankan di Bangka Belitung.
#Lengkir
#SDGSpesifikBabel
#PotensiBahanPangan
#LahanPascaTambang
#Babel